Green logistics adalah strategi pengelolaan rantai pasok secara berkelanjutan. Mengedepankan praktik ramah lingkungan, strategi ini umumnya fokus pada pengurangan emisi karbon, konsumsi energi, dan limbah. Beberapa komponen utamanya meliputi transportasi berkelanjutan, manajemen kemasan, efisiensi energi, dan daur ulang.
Dengan menerapkan proses logistik ramah lingkungan, biaya operasional bisnis Anda akan lebih efisien. Selain itu, reputasi perusahaan juga ikut meningkat karena Anda patuh terhadap regulasi lingkungan. Supaya bisnis Anda merasakan manfaat tersebut secara maksimal, implementasi green logistics membutuhkan perencanaan yang matang.
Tips Implementasi Green Logistics dalam Pengiriman Kargo
Untuk mengoptimalkan penerapan proses logistik yang ramah lingkungan, Anda bisa menerapkan beberapa strategi berikut ini:
Identifikasi konsumsi energi terbesar
Cari tahu area apa saja yang menggunakan energi paling banyak dalam proses logistik. Tak perlu melakukannya secara manual, Anda bisa memanfaatkan energy management system (EMS). Teknologi ini mampu memonitor penggunaan energi secara real-time. Hasil monitor tersebut akan disajikan dalam bentuk data akurat untuk membuat keputusan terkait penerapan green logistics.
Misalnya, Anda bisa menggunakan EMS untuk memantau konsumsi bahan bakar setiap kendaraan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, Anda pun bisa mengganti kendaraan yang boros energi dengan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Pertimbangkan bahan bakar kendaraan alternatif
Untuk mendukung pengurangan emisi karbon, pertimbangkan mengganti transportasi berbahan bakar fosil dengan opsi yang lebih ramah lingkungan. Contohnya, kendaraan berbahan bakar listrik atau biodiesel. Alternatifnya, Anda juga bisa berinvestasi pada teknologi hybrid untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Mulailah dari armada kecil terlebih dulu untuk menguji efisiensi bahan bakar alternatif sebelum memperluas skalanya.
Gunakan kemasan ramah lingkungan
Penerapan green logistics juga bisa Anda terapkan melalui kemasan ramah lingkungan. Gunakan material yang dapat meminimalisir dampak lingkungan. Misalnya seperti plastik biodegradable atau kardus daur ulang. Tak hanya lebih ramah lingkungan, material tersebut juga dapat membantu menghemat biaya pengemasan, serta mengurangi bobot dan volume pengiriman.
Perhatikan perencanaan rute dan waktu pengiriman
Kurangi jejak karbon dengan mengoptimalkan rute dan waktu pengiriman logistik. Agar prosesnya lebih mudah, manfaatkan software berbasis GPS atau kecerdasan buatan (AI), seperti fleet management software.
Teknologi tersebut mampu mampu mengatur jarak tempuh dan memilih rute terbaik secara otomatis. Dengan begini, Anda dapat menghindari kemacetan dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Bahkan, dengan perencanaan waktu yang akurat, bisnis logistik Anda juga bisa mengurangi penggunaan kendaraan pada jam-jam sibuk.
Terapkan strategi reverse logistics
Bagaimana jika ada pelanggan yang mengembalikan paket pesanan mereka? Sebaiknya, jangan buru-buru langsung membuangnya. Anda bisa menerapkan reverse logistics, yakni strategi untuk memperbaiki dan mendaur ulang produk. Cara ini dapat mengembalikan atau bahkan menambah nilai guna produk, sehingga siklus pemakaiannya pun akan lebih panjang dan mendukung green logistics.
Pilih mitra bisnis yang mengutamakan sustainability
Kesuksesan implementasi green logistics tidak bisa bergantung pada satu pihak saja. Oleh sebab itu, carilah mitra bisnis yang juga mengutamakan nilai keberlanjutan. Kolaborasi dengan mitra yang sejalan akan mendukung ekosistem logistik yang lebih hijau. Misalnya, Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan warehouse dengan sertifikasi green building atau perusahaan transportasi yang menyediakan kendaraan listrik.
Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa penerapan logistik yang ramah lingkungan membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Lantas, bagaimana jika bisnis logistik Anda mengalami keterbatasan biaya?
#UntungAdaModalku untuk Pengembangan Bisnis Logistik!
Green logistics melibatkan banyak komponen, seperti sistem manajemen energi, armada ramah lingkungan, hingga desain ulang kemasan. Hal-hal tersebut membutuhkan sumber daya finansial yang cukup besar.
Namun, tak perlu khawatir jika bisnis Anda mengalami keterbatasan biaya. Anda bisa mengandalkan Pendanaan Institusi dari Modalku, yang menyediakan berbagai solusi pendanaan untuk para pelaku bisnis.Melalui Pendanaan Institusi Modalku, Anda berkesempatan untuk mendapatkan pendanaan hingga Rp5 miliar. Syarat dan prosedurnya pun relatif mudah sehingga Anda bisa mendapatkan modal usaha dalam waktu cukup singkat. Selain itu, tenornya juga fleksibel dan bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial bisnis. Jadi, dengan Pendanaan Institusi dari Modalku, Anda dapat mewujudkan transformasi bisnis yang mengutamakan nilai keberlanjutan. Ajukan pendanaan sekarang juga, klik di sini untuk informasi selengkapnya!

