Coba ingat lagi ketika Anda harus mengumpulkan sisa makanan dan bahan baku yang terbuang hingga menumpuk. Memang, bisnis catering tidak terpisahkan dari limbah sisa makanan dan sampah dari kemasan. Tapi, Anda perlu strategi manajemen limbah yang tepat! Sebab, selain berdampak pada lingkungan, sampah yang berlebih bisa membahayakan efisiensi keuangan dalam jangka panjang. Akibatnya, Anda semakin berisiko merugi karena pengeluaran berlebih.
Tips Manajemen Limbah dan Efisiensi Biaya Catering
Namun, jangan khawatir karena ada berbagai tips manajemen limbah yang bisa Anda terapkan untuk bisnis catering demi menghemat biaya. Simak selengkapnya di sini, yuk!
1. Terapkan portion control
Salah satu kesalahan yang sering terjadi di bisnis catering adalah menyajikan makanan dalam jumlah yang terlalu banyak. Padahal, pelanggan belum tentu bisa menghabiskannya. Tapi, dengan menerapkan portion control, Anda bisa memastikan bahwa setiap pelanggan menerima porsi yang pas.
Selain mengurangi sisa makanan, cara ini juga membantu mengurangi biaya pembelian bahan baku karena Anda bisa memperkirakan jumlah yang dibutuhkan dengan lebih akurat.
Bagaimana cara mengimplementasikannya? Mudahnya, Anda bisa menggunakan alat ukur dan takaran standar, serta menyesuaikan porsi dengan jenis acara. Sebagai contoh, acara formal mungkin memerlukan porsi yang lebih kecil dibandingkan acara santai.
2. Utamakan bahan baku dari supplier lokal
Tips manajemen limbah yang berikutnya adalah memilih bahan makanan dari supplier lokal. Sebab, bahan baku dari pemasok lokal umumnya lebih segar dan tidak memerlukan biaya transportasi yang tinggi, sehingga lebih efisien secara ekonomi.
Selain itu, supplier lokal cenderung lebih fleksibel dalam hal penyesuaian jumlah pesanan. Jadi, Anda bisa membeli bahan dalam jumlah yang sesuai kebutuhan, sehingga mengurangi risiko pemborosan dan limbah makanan. Apalagi, kerja sama dengan supplier lokal juga dapat membuka peluang negosiasi harga yang lebih baik, terutama jika Anda membeli dalam jumlah besar atau secara rutin.
3. Gunakan bahan baku yang sedang musim
Bahan baku yang sedang musim biasanya lebih murah dan mudah didapat karena ketersediaannya melimpah. Dengan strategi manajemen limbah tersebut, Anda dapat menekan biaya pengadaan bahan tanpa mengurangi kualitas makanan yang disajikan. Selain itu, bahan-bahan ini tidak memerlukan proses penyimpanan atau pengawetan yang lama, sehingga lebih hemat biaya.
Tenang, memilih bahan baku sesuai musim panen tidak akan membatasi inovasi bisnis Anda! Justru, Anda bisa merancang menu yang lebih fleksibel dan variatif, sesuai dengan bahan baku yang tersedia. Misalnya, saat musim buah-buahan tertentu, Anda bisa menyajikan hidangan penutup berbasis buah tersebut, sehingga lebih hemat biaya dan tetap menarik bagi pelanggan.
4. Donasikan surplus makanan
Daripada membuang sisa makanan yang tidak dihabiskan, Anda bisa mendonasikannya ke organisasi sosial atau bank makanan untuk manajemen limbah. Selain membantu mengurangi sampah, langkah ini juga bisa meningkatkan reputasi bisnis Anda di mata publik.
Namun, pastikan makanan yang didonasikan masih dalam kondisi layak konsumsi dan aman. Selain itu, perhatikan juga persyaratan khusus yang berlaku di organisasi mitra Anda saat menyumbang makanan, mulai dari jenisnya hingga cara pengemasannya.
5. Terapkan teknik manajemen stok FIFO
FIFO (First In, First Out) adalah salah satu metode manajemen stok yang efektif untuk bahan makanan mudah kedaluwarsa. Sebab, Anda harus menggunakan bahan baku yang sudah dibeli lebih dulu sebelum berfokus ke bahan yang baru. Dengan tips manajemen limbah ini, Anda bisa mengurangi bahan baku yang kedaluwarsa dan akhirnya terbuang sia-sia.
Anda bisa menata stok di dapur dengan menempatkan bahan yang lebih lama di bagian depan agar lebih mudah dijangkau. Selain itu, penandaan tanggal pembelian pada setiap kemasan atau wadah juga dapat mempermudah pengelolaan.
6. Lacak kondisi stok bahan baku secara berkala
Memantau kondisi stok bahan baku secara berkala sangat penting untuk keberhasilan manajemen limbah sekaligus menghemat biaya. Supaya lebih mudah, Anda bisa menggunakan software manajemen stok untuk melacak persediaan secara real-time.
Dengan bantuan teknologi, Anda bisa mengetahui jumlah persediaan bahan baku dan melacak tanggal kedaluwarsanya. Apalagi, software sedemikian rupa juga menyimpan data historis untuk membantu Anda memperkirakan tren kebutuhan bahan baku berdasarkan pesanan sebelumnya. Hasilnya, Anda pun dapat mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang dengan lebih baik.
Bagaimana jika Anda membutuhkan dana tambahan untuk mengeksekusi strategi manajemen limbah di atas, terutama yang membutuhkan teknologi terbaru? Jangan khawatir karena #UntungAdaModalku yang menyediakan Pendanaan Institusi hingga Rp2 miliar bagi badan usaha PT/CV yang berlokasi di Jabodetabek, Surabaya dan Bali!
Kabar gembiranya, Anda juga dapat menikmati manfaat berupa tenor fleksibel dan proses pengajuan 100% online yang mudah, lho. Yuk, pelajari syarat dan tata cara pengajuan selengkapnya di sini!

