6 Cara Selaraskan Modal Pinjaman dengan Tekanan Target Distribusi FMCG

Untuk memastikan ketersediaan barang di pasar ketika target dari principal sudah naik, tentunya  bisnis distribusi barang FMCG Anda memerlukan banyak dana. Namun, pengelolaan keuangan yang tidak tepat bisa membuat bisnis mengalami kesulitan, terutama jika modal tambahan tersebut diperoleh melalui pinjaman. Untungnya, ada cara memanfaatkan modal pinjaman untuk menyelaraskan penggunaan dana dengan target principal, asalkan tahu cara yang tepat.

Tips Menyelaraskan Modal Pinjaman dengan Target

Dengan langkah strategis untuk menyelaraskan modal pinjaman, bisnis Anda pun bisa memenuhi kebutuhan principal sekaligus berkembang dalam jangka panjang. Bagaimana caranya? Simak di sini!

1. Analisis kebutuhan modal

Pertama dan yang terpenting, Anda perlu menganalisis kebutuhan modal dengan teliti. Sebab, analisis yang akurat akan membantu Anda menentukan jumlah pinjaman yang sesuai dan menghindari pengeluaran berlebihan. Identifikasi biaya yang harus dikeluarkan, seperti pembelian barang, biaya transportasi, pengemasan, hingga promosi. Pastikan Anda juga memperhitungkan kebutuhan modal darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. 

2. Kelola persediaan dengan baik

Persediaan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat mengganggu kestabilan bisnis Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan stock opname atau pemantauan rutin terhadap stok barang agar Anda dapat memenuhi permintaan tanpa membebani modal kerja. 

Gunakan sistem manajemen persediaan yang memungkinkan Anda untuk mengetahui barang apa yang paling cepat terjual dan kapan harus melakukan restock. Dengan pengelolaan persediaan yang baik, Anda dapat mengalokasikan modal pinjaman secara lebih efisien agar sesuai dengan target principal.

3. Optimalkan rute distribusi

Rute distribusi yang tidak optimal bisa meningkatkan biaya operasional. Untuk mencegah pemborosan dari sana dan menyelaraskan modal pinjaman dengan target dari principal, evaluasi jalur distribusi Anda saat ini. Kemudian, utamakan rute yang paling efisien untuk mengurangi biaya bahan bakar, tenaga kerja, dan waktu pengiriman. 

Jika perlu, manfaatkan teknologi seperti software manajemen logistik untuk membantu merencanakan rute terbaik. Dengan penghematan dari rute distribusi, Anda pada akhirnya dapat mengalokasikan modal untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

4. Jaga hubungan dengan mitra dalam supply chain

Hubungan yang baik dengan mitra dalam supply chain, seperti supplier dan retailer, berperan banyak dalam keberhasilan bisnis distribusi FMCG. Alasannya, kerja sama yang baik dapat memberikan Anda fleksibilitas, seperti tenggang waktu pembayaran atau diskon pembelian. Hasilnya, penggunaan modal pinjaman bisa lebih fleksibel dan efisien agar sejalan dengan target principal. Pastikan Anda menjalin komunikasi yang transparan dan konsisten dengan mitra untuk menjaga hubungan profesional dengan mereka.

5. Sesuaikan dengan arus kas

Pengelolaan arus kas yang sehat sangat penting untuk memastikan modal pinjaman dapat dibayar tepat waktu. Jika cash flow berjalan dengan lancar, Anda dapat menghindari keterlambatan pembayaran yang berpotensi menambah beban bunga. Kuncinya, catat setiap pemasukan dan pengeluaran secara rinci. Lalu, buat jadwal pembayaran pinjaman yang disesuaikan dengan siklus arus kas bisnis Anda. 

6. Diversifikasi sumber distribusi

Mengandalkan satu sumber distribusi saja bisa menjadi risiko besar bagi bisnis Anda jika terjadi disrupsi besar-besaran. Misalnya, apabila ada gangguan lalu lintas yang berdampak pada pengiriman melalui jalur darat, Anda akan kesulitan mengirimkan barang tepat waktu kalau tidak memiliki opsi pengiriman melalui laut atau udara. 

Nah, di sinilah diversifikasi sumber distribusi berperan penting untuk mencapai target principal sekaligus memperluas jangkauan pasar. Sebagai contoh, selain melalui toko fisik, Anda dapat menggunakan modal pinjaman untuk mengembangkan bisnis di platform e-commerce. Anda juga bisa memanfaatkan modal ekstra tersebut untuk menambah armada pengiriman laut dan udara. Dengan diversifikasi, potensi pendapatan Anda meningkat dan bisnis distribusi Anda akan lebih tahan banting.

#UntungAdaModalku untuk Menyelaraskan Dana dengan Target Distribusi!

Mengelola modal pinjaman untuk bisnis distribusi FMCG memerlukan strategi yang matang agar Anda dapat memenuhi target principal tanpa mengganggu kesehatan keuangan bisnis. Dengan menganalisis kebutuhan modal, mengelola persediaan, mengoptimalkan rute distribusi, menjaga hubungan dengan mitra, menyesuaikan dengan arus kas, dan mendiversifikasi sumber distribusi, Anda bisa memaksimalkan efisiensi modal.

Selain itu, jangan lupa pilih penyedia modal yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, baik dari segi metode pendanaan maupun jangka waktu pelunasan. Untungnya, ada Modalku yang siap membantu dengan produk Pendanaan Institusi bagi PT/CV yang beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali. 

Sebab, Anda bisa mendapatkan pendanaan ekstra hingga Rp2 miliar melalui Invoice financing,PO financing, atau Business term loan dengan tenor yang fleksibel. Jadi, Anda dapat lebih mudah mengelola keuangan agar semakin selaras dengan target stok barang dari principal. Tunggu apa lagi? Ajukan permohonan Anda dari sekarang di sini!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan