Sebagai tempat tinggal, rumah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Sejak lahir hingga menginjak usia tertentu, mungkin Anda masih bisa tinggal serumah bersama orang tua. Namun, pasti akan ada saat di mana Anda harus berpisah dengan orang tua dan memiliki rumah sendiri. Memenuhi kebutuhan satu ini cukup menantang karena mahalnya harga rumah yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Kabar baiknya, hal tersebut tidak mustahil dilakukan.

Realistis dalam Memilih Rumah

Sebelum membeli rumah, tentu Anda harus memilih satu yang tepat terlebih dulu. Rumah yang terletak di pusat kota mungkin menjadi salah satu pilihan Anda, tetapi Anda juga harus mempertimbangkan budget karena harganya pasti akan lebih mahal dari rumah yang terletak di pinggiran kota. Di sinilah Anda harus bisa realistis dan tidak memaksakan keinginan untuk membeli rumah di pusat kota.

Setelah itu, lakukan riset terhadap pengembang perumahan. Cari tahu reputasi dan kredibilitasnya untuk menghindari adanya penipuan atau pembangunan yang tidak selesai. Jika sudah puas dengan pilihan rumah, pilih program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Jangan sampai bunga dan cicilan yang ditawarkan memberatkan Anda.

Harus Bersedia untuk Berhemat

Mungkin inilah kiat paling penting agar Anda bisa cepat memiliki rumah atau properti. Membeli rumah memerlukan biaya yang tidak sedikit dan untuk itu, dibutuhkan komitmen tinggi untuk menghemat pengeluaran sehingga Anda bisa menabung sebanyak mungkin untuk membayar uang muka KPR. Anda harus menyisihkan 30%-50% dari gaji bulanan untuk ditabung. Namun, bukan berarti uang di luar porsi tabungan bisa dihamburkan begitu saja. Apabila bisa menghemat seketat mungkin, akan semakin banyak uang yang dapat Anda tabung. Membeli rumah impian pun semakin dekat untuk diraih.

Membuka Tabungan Khusus

Ada banyak cara yang bisa Anda terapkan untuk menabung sebelum membeli rumah. Salah satunya adalah membuka tabungan di bank, tetapi pastikan agar tabungan tersebut tidak berada dalam rekening yang sama dengan rekening untuk kebutuhan sehari-hari Anda. Sebagai contoh, Anda bisa membuka tabungan deposito, yang tidak memungkinkan Anda untuk mencairkan uang hingga jangka waktu tertentu.

Ada pula beberapa orang yang memanfaatkan jasa asuransi kesehatan karena preminya bisa dicairkan dalam waktu lima tahun. Anda akan diminta untuk menyetorkan uang dengan jumlah tertentu selama jangka waktu tersebut. Setelah lima tahun, Anda bisa mengambil total uang yang telah kamu setorkan tersebut dan menggunakannya untuk membayar uang muka KPR.

Jangan Hanya Menabung, Mulai Investasi

Setelah membayar uang muka KPR, umumnya memang Anda langsung diperbolehkan untuk menempati rumah tersebut, tetapi tugas Anda tidak berhenti sampai di sana. Masih ada serangkai cicilan yang harus Anda bayar selama jangka waktu tertentu. Karenanya, Anda harus mempertimbangkan hal ini dan menyesuaikannya dengan kondisi finansial sebelum memutuskan untuk membeli rumah. Sebaiknya, Anda juga melakukan investasi agar nilai uang Anda bertambah dan Anda pun memiliki pegangan untuk membayar seluruh cicilan tagihan rumah hingga lunas. Anda bisa berinvestasi emas, saham, obligasi, reksadana, atau yang lainnya.

Untuk tips-tips investasi, bacalah “Kiat Menjadi Seorang Investor Handal”


Pertimbangan secara matang sebelum membeli rumah memang wajib dilakukan, tetapi jangan terlalu lama karena harga rumah pun pasti akan mengalami peningkatan tiap tahunnya. Semakin lama Anda menunggu, semakin banyak biaya yang harus Anda persiapkan. Jadi, sudahkah Anda siap memiliki rumah sendiri?

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.