Sayangnya, masih ada pelaku UKM yang meremehkan kerapian data keuangan. Padahal dalam mengembangkan sebuah bisnis, data keuangan adalah hal yang sangat penting. Anda bisa mengetahui dengan detail kapan saja Anda mengeluarkan uang atau mendapatkan pemasukan. Dengan begini Anda bisa mengambil keputusan penting untuk masa depan bisnis Anda.

Salah satu contoh, ternyata pemasukan pada bulan November bisnis Anda mengalami penurunan. Ternyata setelah Anda lihat dari data atau laporan keuangan, pembelian bahan yang membuat pemasukan berkurang. Jadi Anda bisa mengurangi pembelian barang atau mencari produsen lain dengan harga yang lebih murah. Sekarang kita akan mencoba memberikan tips bagaimana cara mengorganisasi data keuangan bagi UKM.

Pisahkan terlebih dahulu bisnis dengan keuangan pribadi

Salah satu “penyakit” para pelaku UKM di Indonesia adalah mereka masih suka mencampur keuangan pribadi dengan keuangan bisnis. Padahal ini seringkali menjadi sumber masalah bisnis Anda. Jika Anda terus-terusan mencampur rekening bisnis dengan rekening pribadi, Anda tidak akan mengetahui berapa pengeluaran dan pemasukan secara detail. Jadi lebih baik Anda memisahkan rekening bisnis dengan keuangan pribadi, agar data keuangan bagi UKM Anda bisa terorganisir dengan baik.

Jika perlu, rekrut orang untuk mengurus data keuangan

Data keuangan dapat menjadi kunci apakah bisnis UKM Anda bisa terus lanjut atau tidak. Anda tentu harus mengerti berapa pengeluaran dalam sebulan, 6 bulan, atau bahkan 1 tahun untuk mengambil keputusan penting. Misalnya Anda ingin mengajukan pinjaman, Anda tentu harus mempunyai data keuangan yang lengkap terlebih dahulu, agar nantinya Anda tahu besarnya pemasukan dan pengeluaran.

Tertarik mendaftar untuk pinjaman? Bacalah “4 Sumber Modal Alternatif Bagi UKM”

Jika Anda benar-benar ingin memperbaiki organisasi data keuangan, Anda bisa mempertimbangkan untuk merekrut orang untuk mengurus data keuangan. Atau Anda bisa menggunakan beberapa aplikasi akuntasi online yang akan membantu mengorganisir data Anda.

Buat rencana keuangan

Di dalam membangun sebuah bisnis, besar ataupun kecil, Anda wajib membuat perencanaan keuangan. Misalnya Anda mempunyai modal sebesar 50 juta, Anda wajib mempunyai rencana tentang bagaimana menggunakan modal tersebut. Jadi setiap bulan, Anda sudah memperhitungkan akan mengeluarkan uang berapa. Jika nantinya rencana keuangan yang Anda buat ini melenceng atau melebihi batas, berarti ada yang tidak beres dengan organisasi data keuangan Anda. Selalu evaluasi data keuangan Anda sebulan sekali.

Selalu update sistem pembukuan Anda

Jika Anda masih menggunakan pencatatan manual, Anda bisa mengubah sistem tersebut dengan sistem online. Ada banyak perusahaan yang menawarkan sistem pembukuan secara online dan dapat dilakukan secara gratis. Nantinya seluruh data keuangan Anda akan terorganisir dengan baik dan sistematis. Bahkan sekarang ada beberapa sistem pembukuan online yang mengizinkan Anda mengupdate data dari mana saja dan kapan saja.

Sebesar apapun atau sekecil apapun bisnis Anda, Anda wajib untuk melakukan organisasi data keuangan. Karena setiap pebisnis yang sukses pasti mempunyai sistem keuangan yang baik dan tertata.