Menghubungkan Hotel dengan Pemasok UKM: Mengatasi Tantangan Keberlanjutan di Sektor Perhotelan

Pada 29 Agustus 2025, Modalku bermitra dengan Centre for Impact Investing and Practices (CIIP) untuk menyelenggarakan roundtable workshop sebagai bagian dari Amplifier Programme 2025. Workshop daring ini mempertemukan lebih dari 50 peserta, termasuk UKM dan perwakilan hotel, untuk membahas secara mendalam tantangan pengadaan produk berkelanjutan serta pengelolaan limbah yang dihadapi hotel, sekaligus mengeksplorasi peluang bagi UKM dalam memberikan solusi terhadap isu tersebut.

Format Workshop dan Peserta

Acara ini dibuka dengan pemaparan oleh tim CIIP mengenai temuan kunci dari laporan “Supply Chain Sustainability Study”. Tim CIIP menyampaikan bahwa khususnya di Indonesia, 40% UKM Indonesia menyatakan cukup familiar dengan konsep ESG, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat pemahaman di negara-negara lain dalam studi ini. Meskipun kesadaran ESG tidak selalu berujung pada penerapan kebijakan, ditemukan tingkat adopsi yang cukup tinggi di kalangan UKM pariwisata Indonesia. Faktor pendorong utama adopsi ESG di kalangan UKM Indonesia adalah daya tarik dan retensi SDM (talent attraction & retention), penghematan biaya, serta pemenuhan permintaan pelanggan.

Acara ini terbagi dalam dua sesi utama yang dirancang untuk memfasilitasi koneksi bisnis yang nyata:

Bagian 1: Sesi Berbagi oleh Hotel

Perwakilan dari Artotel Group, Banyan Group, Swiss-Belhotel International Group, dan Marriott Group memaparkan inisiatif keberlanjutan mereka, tantangan utama yang mereka hadapi khususnya dalam rantai pasok, serta rencana proyek ke depan. Sesi ini memberikan wawasan langsung bagi UKM mengenai proses pengambilan keputusan hotel dan kebutuhan pasar saat ini.

Bagian 2: Sesi Diskusi Kelompok Kecil

UKM berpartisipasi dalam sesi kelompok dengan panduan pertanyaan diskusi yang mengeksplorasi peluang sekaligus hambatan bagi UKM dalam menjawab tantangan keberlanjutan hotel. Diskusi yang difasilitasi CIIP ini berfokus pada pencocokan kapabilitas UKM dengan kebutuhan hotel yang telah diidentifikasi.

Pembelajaran Utama

Berdasarkan sesi diskusi kelompok kecil, ditemukan bahwa pendekatan untuk meningkatkan kolaborasi antara UKM dan hotel dapat meliputi:

  • Membangun jejaring kolaborasi regional di mana beberapa jaringan hotel dalam wilayah geografis yang sama dapat berbagi layanan dan infrastruktur keberlanjutan guna mempermudah penyebaran logistik.
  • Kepemimpinan perusahaan perlu mendorong inisiatif keberlanjutan melalui kebijakan tingkat korporat, sehingga tercipta dorongan top-down yang diperlukan untuk implementasi efektif di seluruh properti.
  • Membingkai solusi keberlanjutan dalam konteks guest experience dan diferensiasi merek, bukan sekadar pengurangan biaya.
  • Membangun sistem pelacakan dan dokumentasi komprehensif yang memberikan transparansi penuh

Mendorong Dialog Berkelanjutan Antarindustri

Workshop ini dirancang untuk memulai dialog bermakna antara hotel dan calon mitra UKM—sebuah percakapan yang diharapkan dapat terus berlanjut jauh setelah sesi formal berakhir. Koneksi yang terbentuk dalam diskusi ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi rantai pasok yang lebih kuat dan berkelanjutan di sektor perhotelan Indonesia.

Sebagai mitra pelaksana program dalam inisiatif ini sekaligus mitra pembiayaan, Modalku menyadari bahwa menjembatani kesenjangan antara ambisi keberlanjutan dan implementasi praktis seringkali membutuhkan solusi pendanaan yang tepat. Peran kami tidak hanya terbatas pada pembiayaan tradisional, tetapi juga mendukung UKM dalam mengembangkan inovasi berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang. Melalui beragam produk pembiayaan, kami berharap dapat membantu UKM memperoleh modal kerja, pembiayaan peralatan, serta pendanaan pertumbuhan yang dibutuhkan

Amplifier Programme, yang dipimpin oleh CIIP bersama dengan Temasek Trust, menunjukkan bagaimana inisiatif kolaboratif dapat mempercepat perkembangan bisnis berkelanjutan. Dengan mempertemukan keahlian pembiayaan, wawasan industri, dan peluang networking yang tepat sasaran, program seperti ini menciptakan dukungan ekosistem yang dibutuhkan baik hotel maupun UKM untuk mencapai tujuan keberlanjutan mereka.

Kami berharap diskusi ini dapat berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang menghadirkan dampak nyata bagi industri pariwisata Indonesia.

Tentang Program Amplifier 2025

Amplifier merupakan program pendampingan selama 12 bulan yang mendukung impact ventures untuk berkembang di Asia. Program ini menawarkan pendampingan, konsultasi strategis di bidang bisnis, keuangan, dan hukum, serta pendanaan katalis sebesar SGD 100K (untuk setiap mentee di jalur Pariwisata). Jalur ini bertujuan mendukung pemasok dan penyedia layanan UKM yang melayani industri perhotelan, serta pihak pendukung UKM, di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Informasi lebih lanjut mengenai jalur ini dapat ditemukan di sini.

Tentang Centre for Impact Investing and Practices

Centre for Impact Investing and Practices (CIIP) didirikan pada 2022 sebagai entitas nirlaba oleh Temasek Trust untuk mendorong praktik dan investasi berbasis impact di Asia dan sekitarnya. CIIP berfokus pada pembangunan dan berbagi pengetahuan, mempertemukan para pemangku kepentingan, serta mendorong aksi positif yang mempercepat adopsi prinsip dan praktik impact investing. CIIP juga merupakan mitra utama Private Finance for the SDGs dari United Nations Development Programme, yang menyediakan penjelasan, wawasan, dan alat bagi investor serta pelaku usaha di Asia dalam mendukung kontribusi mereka terhadap pencapaian SDGs. Temasek dan ABC Impact adalah mitra strategis CIIP. Informasi lebih lanjut tersedia di www.ciip.com.sg.

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan