Ekonomi sirkular pada dasarnya adalah cara kerja perusahaan yang ingin lebih mengoptimalkan sumber daya sekaligus mengurangi pemborosan (waste). Sejak adanya pandemi Covid-19, banyak perusahaan bisnis yang sadar betapa pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya industri manufaktur yang selama ini banyak menyumbang gas emisi, sehingga menerapkan ekonomi sirkular.
Yuk cari tahu di sini manfaat penerapa ekonomi sirkular selain pengoptimalan sumber daya dan mengurangi pemborosan!
Manfaat Ekonomi Sirkular untuk Bisnis Manufaktur
Penerapan sistem ekonomi ini di bidang bisnis manufaktur punya tiga manfaat, yaitu meningkatkan reputasi brand, menghemat sumber daya, dan membantu melestarikan lingkungan.
1. Meningkatkan reputasi brand di mata konsumen
Manfaat pertama ketika sebuah bisnis menerapkan sistem ekonomi sirkular adalah memperoleh reputasi brand yang lebih baik di mata konsumen. Sebab, sekarang ini banyak konsumen milenial dan gen Z yang mulai sadar akan pentingnya melestarikan lingkungan sembari menjalankan operasional bisnis. Belum lagi internet dan media sosial kini menjadi tempat untuk menebar testimoni sehingga bisa jadi dua mata pisau untuk bisnis.
2. Ekonomi sirkular membuat penghematan sumber daya dan dana
Menjalankan ekonomi sirkular sebenarnya juga menghemat sumber daya dan budget perusahaan. Bayangkan, sebuah brand kecantikan akan memperoleh manfaat signifikan ketika konsumen bisa menukarkan botol kosongnya dengan poin-poin dalam aplikasi. Sebagai pelaku usaha, mereka akan memperoleh kemasan sehingga tak perlu membuatnya dari awal, melainkan cukup melakukan tindakan pembersihan dan quality control untuk botol-botol tersebut.
3. Ekonomi sirkular membantu melestarikan lingkungan
Manfaat paling kentara dari aksi penerapan ekonomi sirkular tentunya adalah membantu melestarikan lingkungan. Saat perusahaan menggunakan sistem ekonomi ini, perusahaan lebih memprioritaskan untuk mengambil keputusan-keputusan yang berdasar pada tindakan yang membantu pelestarian lingkungan. Bagaimana bisa? Seperti yang sudah disebutkan di atas, dengan stok botol dari konsumen, bisnis jadi tak perlu membuat botol dari nol yang akan berdampak ke lingkungan.
Baca Juga: Tips Menjaga Hubungan Bisnis yang Baik dengan Supplier
Tips Penerapan Ekonomi Sirkular dalam Bisnis
Beberapa bisnis mungkin ragu-ragu ketika akan menerapkan ekonomi sirkular, padahal Anda hanya perlu melakukan tips-tips di bawah ini agar perjalanannya lancar.
1. Tentukan tujuan yang spesifik
Setiap kebijakan perusahaan bisnis butuh tujuan yang spesifik, termasuk ketika Anda akan beralih ke sistem ekonomi sirkular. Maka, sebelum benar-benar mengimplementasikan hal ini, pastikan bahwa Anda sudah mempunyai goal dan memeriksa kemampuan perusahaan secara mendetail. Tujuan penerapannya pun bisa bermacam-macam, mulai dari melestarikan lingkungan, menggaet target market baru, atau mengubah citra bisnis Anda.
2. Evaluasi alur kerja saat ini
Persis seperti yang sudah disinggung sedikit di poin pertama, bisnis perlu menetapkan tujuan dan melihat kemampuan perusahaan. Artinya, Anda perlu mengadakan evaluasi alur kerja terlebih dahulu sebelum menerapkan sistem ekonomi sirkular. Dengan begitu, Anda pun tahu bagian mana saja yang perlu pengefisienan bahan baku maupun proses produksi. Pada akhirnya, pengambilan keputusan nantinya bisa benar-benar membantu perusahaan mencapai tujuan.
3. Lakukan penyuluhan kepada semua pegawai
Setiap ada kebijakan baru dalam sebuah perusahaan, lakukan penyuluhan kepada semua pegawai. Komunikasi ini diperlukan agar mereka paham bagaimana perbedaannya dengan sistem operasional sebelumnya. Sebagai contoh, ketika Anda memutuskan untuk mengganti semua kemasan dengan bahan yang lebih ramah lingkungan, beritahu mereka bagaimana urutan pengemasannya, cara mengemasnya, dan seberapa banyak bahan yang perlu digunakan.
4. Tingkatkan strategi secara berkala
Mengubah sistem memang perlu penyesuaian, apalagi jika perombakannya cukup serius. Makanya, usahakan untuk membuat strategi perubahan secara perlahan-lahan sehingga seluruh staf di perusahaan tidak kaget dengan sistem yang baru. Perubahan yang dilakukan pelan-pelan juga membuat bisnis bisa melihat bagaimana respons pasar terhadap apa yang bisnis Anda lakukan. Harapannya, akan semakin banyak orang lagi yang mendukung dan membantu Anda mencapainya.
Perpindahan sistem ekonomi bisnis menjadi ekonomi sirkular memang bisa menguntungkan perusahaan. Akan tetapi, di awal-awal proses penerapannya, Anda mungkin butuh suntikan dana tambahan untuk melancarkan pergeseran ini. #UntungAdaModalku yang bisa memberikan modal usaha bagi UMKM dan bisnis untuk menuju ke puncak. Dapatkan pendanaan sampai Rp2 miliar tanpa agunan! Simak syarat dan ketentuan lengkapnya dengan mengunjungi website Modalku!

