Usaha Kecil, Dampak Besar: Bagaimana Pembiayaan Inklusif dapat Membantu UKM di Asia Tenggara Berkembang

cara bagi hasil

Sejak para pendiri kami meluncurkan Funding Societies | Modalku Group di tahun 2015, UKM telah menjadi bagian inti dari perjalanan kami. Didorong oleh keyakinan bahwa UKM yang lebih kuat dapat menciptakan masyarakat yang lebih kuat, kami menyelaraskan visi untuk memberdayakan UKM di Asia Tenggara. Tapi mengapa UKM?

Kesenjangan Pembiayaan untuk UKM

UKM mendominasi lanskap bisnis di Asia Tenggara,  99% perusahaan di wilayah ini merupakan UKM. Bisnis-bisnis ini menyerap hampir dua pertiga tenaga kerja dan berkontribusi terhadap hampir 40% PDB di beberapa negara Asia Tenggara (ADB, 2024). Namun, terlepas dari angka-angka yang mengesankan ini, UKM masih menghadapi tantangan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha mereka.

Akses untuk modal dan keuangan yang inklusif merupakan faktor penting untuk pertumbuhan UKM. Namun, karena profil risiko yang lebih tinggi, banyak UKM tidak memiliki akses terhadap pembiayaan yang berkualitas, sehingga menjadi kelompok yang kurang terlayani dan kurang terakses oleh layanan perbankan. Untuk sebagian UKM, penghalang ini bahkan bisa memaksa mereka untuk beralih ke sumber pembiayaan tidak resmi. Pada praktiknya, sumber pembiayaan yang tidak resmi ini seringkali disertai dengan biaya yang lebih tinggi dan syarat yang  tidak pasti, sehingga dapat meningkatkan risiko keuangan dan berpotensi menghambat pertumbuhan UKM.

UKM juga mengalami fenomena yang disebut “missing-middle”, yang mengacu pada kesenjangan yang semakin lebar dalam pendanaan dan dukungan yang tersedia bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Selain membatasi pertumbuhan UKM secara individu, kurangnya akses ke pembiayaan dan inklusi keuangan juga menghalangi pencapaian SDGs, sehingga membatasi pertumbuhan sosial dan ekonomi yang inklusif.

Apa yang Terjadi Ketika UKM Berkembang?

Ketika UKM mendapatkan akses modal yang mereka butuhkan, dampaknya melampaui sekedar pertumbuhan bisnis secara individu. Pertumbuhan UKM mampu mendorong transformasi di komunitas mereka dan memicu inklusi keuangan yang lebih luas bagi lebih banyak orang. Ketika UKM tumbuh:

  • Lapangan kerja tercipta: UKM yang berkembang tidak hanya mempekerjakan lebih banyak masyarakat dalam operasional mereka namun juga menciptakan permintaan untuk para pemasok (suppliers), penyedia logistik, dan layanan profesional di seluruh rantai nilai (value chain) – meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
  • Komunitas berkembang: UKM cenderung mempekerjakan tenaga kerja lokal dan membeli bahan baku dari pemasok terdekat, sehingga manfaat ekonomi tetap berada di dalam komunitas mereka daripada mengalir ke pihak yang jauh.
  • Mempercepat inovasi: Dengan meningkatnya akses terhadap permodalan, UKM bisa berinvestasi di teknologi baru, mengembangkan produk yang lebih baik, dan mengeksplorasi pasar baru.
  • Memperkuat integrasi regional: UKM yang memiliki modal yang cukup dapat berpartisipasi dalam pasar terintegrasi ASEAN, menciptakan peluang perdagangan internasional yang menguntungkan bagi kawasan tersebut.

Funding Societies | Modalku Group: Memperkuat UKM melalui inklusi keuangan

Memahami kesenjangan keuangan ini, Funding Societies | Modalku Group mencoba menjembatani ini melalui solusi dan produk keuangan rancangan kami.

Funding Societies | Modalku Group memiliki spesialisasi dalam menyediakan keuangan jangka pendek bagi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memfasilitasi inklusi keuangan bagi usaha-usaha ini. Melalui model pinjaman peer-to-peer (P2P) dan pembiayaan digital kami, kami dapat menyediakan akses pembiayaan yang lebih mudah dan pencairan dana yang lebih cepat. Sehingga, kami dapat melayani lebih banyak UKM yang kurang terlayani dan membutuhkan pembiayaan. Selain itu, kami juga memiliki keunggulan berupa wawasan regional karena beroperasi di lima negara Asia Tenggara, yaitu Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Beberapa alasan utama UKM memilih Funding Societies | Modalku Group:

  1. Membangun riwayat kredit: Biasanya mereka baru pertama kali mengajukan pinjaman usaha dan ingin mendapatkan pembiayaan sekaligus membangun rekam jejak, agar bisa naik kelas dari menggunakan pinjaman pribadi ke pinjaman bisnis.
  2. Melengkapi pinjaman bank: Mereka yang sudah punya pinjaman bank, tapi jumlahnya terlalu kecil karena keterbatasan agunan. Dalam kasus seperti ini, Modalku dapat menjadi tambahan pembiayaan (top-up) bagi mereka, selama arus kas memadai untuk membayar kembali.
  3. Kebutuhan cepat: Mereka butuh pembiayaan segera, sementara proses bank terlalu lambat untuk memenuhi kebutuhan mendesak tersebut.
  4. Pendanaan yang fleksibel: Mereka membutuhkan bentuk pendanaan yang lebih fleksibel seperti invoice financing, yang biasanya hanya ditawarkan bank kepada korporasi, bukan UKM.

Keberlanjutan Terintegrasi untuk Perkembangan UKM

Melengkapi pekerjaan kami dalam aspek inklusi keuangan,  Funding Societies | Modalku Group juga telah mengembangkan strategi keberlanjutan, yang telah dimulai sejak pertengahan 2021. Kami menyadari bahwa UKM memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak praktik keberlanjutan, namun mereka sering menghadapi tantangan seperti kurangnya pengetahuan atau sumber daya. Kami berupaya membantu UKM mengatasi tantangan tersebut dalam perjalanan keberlanjutan mereka melalui inisiatif-inisiatif kami.

Secara internal, kami mengimplementasi prinsip-prinsip keberlanjutan dengan mengintegrasikan prinsip tersebut pada praktik bisnis kami. Sebagai contoh, Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (ESMS) kami mengintegrasikan penilaian risiko ESG secara langsung ke dalam proses penilaian kredit kami.

Berdasarkan aktivitas kami, kami berupaya untuk berkontribusi pada pencapaian SDGs, terutama pada tujuan-tujuan yang relevan dengan konteks bisnis kami. Modalku telah mengidentifikasi 5 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) berikut sebagai tujuan yang  paling relevan dengan bisnis kami.

Kontribusi pada Masyarakat

Komitmen kami terhadap SDGs tercermin dalam dampak yang dapat diukur di seluruh wilayah operasional kami. Sejak didirikan, kami telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di negara-negara tempat kami beroperasi, menciptakan dampak nyata yang selaras dengan bidang fokus kami:

Dampak ekonomi: Hingga Juni 2025, Funding Societies | Modalku Group telah menyalurkan lebih dari $4,7 miliar kepada sekitar 100.000 UKM di 5 negara, memberikan UKM kesempatan untuk berkembang dan memperluas bisnis mereka. Kami juga telah memproses nilai transaksi bruto (GTV) pembayaran tahunan sebesar lebih dari US$1,4 miliar pada Juni 2025, sejak memperluas bisnis pembayaran kami pada tahun 2023.

Memberdayakan kepemimpinan perempuan di tempat kerja: 46% dari karyawan kami adalah perempuan dan 44% posisi manajerial di perusahaan dipegang oleh perempuan, hal ini menegaskan komitmen kami untuk memberdayakan perempuan dan memberikan kesempatan yang sama di dalam perusahaan kami.

Memberdayakan kepemimpinan perempuan di tempat kerja: 46% dari karyawan kami adalah perempuan dan 44% posisi manajerial di perusahaan dipegang oleh perempuan, hal ini menegaskan komitmen kami untuk memberdayakan perempuan dan memberikan kesempatan yang sama di dalam perusahaan kami.

Meningkatkan Kapasitas Keberlanjutan: (SDG 12) Kami mengadakan workshop keberlanjutan untuk meningkatkan kapasitas UKM. Misalnya, workshop terbaru kami bersama Global Shapers Jakarta bertujuan untuk memberdayakan pemilik usaha F&B perempuan dengan pengetahuan untuk membuat bisnis mereka lebih berkelanjutan. Selama beberapa tahun terakhir, kami telah bermitra dengan lebih dari 10 LSM dan organisasi swasta seperti Centre of Impact Investing and Practices (CIIP), ESGpedia, Lazada, SME Corp Malaysia, dan Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Meningkatkan Kapasitas Keberlanjutan: (SDG 17) Kami memfasilitasi kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan melalui: 

  1. Bekerja sama dengan LSM dan organisasi swasta seperti CIIP, ESGpedia, dan IGCN untuk meningkatkan wawasan dan kapasitas keberlanjutan bagi UMKM.
  2. Mendapatkan investasi ekuitas dari entitas seperti Cool Japan Fund, Malaysia Maybank, dan Gobi Partners Asia, serta fasilitas kredit dari HSBC dan Norfund, di antara lainnya.

Bergabunglah dengan Kami dalam Memperluas Akses dan Peluang Keuangan

Saat kami memulai perjalanan ini, kami menyadari bahwa jalan menuju inklusi keuangan yang bermakna bagi UKM yang kurang terlayani adalah perjalanan panjang dan kompleks, serta membutuhkan komitmen yang berkelanjutan dan perspektif yang beragam. Seiring kami terus memperluas jangkauan dan memperdalam dampak kami, kami berterima kasih kepada mitra yang telah mendukung kami dalam perjalanan ini dan percaya pada misi kami untuk membangun solusi yang berkelanjutan. Baik melalui keterlibatan langsung dengan inisiatif kami atau melalui pengembangan pendekatan yang melengkapi upaya inklusi keuangan. Terdapat berbagai cara untuk berkontribusi pada ekosistem yang terus berkembang ini. Hubungi kami untuk menjelajahi bagaimana bersama-sama kita dapat mendukung pertumbuhan UKM.

[Maxbutton name=”Pendanaan Institusi”]

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan