Perbedaan Mendasar Antara Pasar Uang dan Pasar Modal

Sekarang ini, makin banyak orang yang sadar bahwa menabung bukanlah satu-satunya opsi untuk melindungi atau bahkan menambah kekayaan. Justru tabungan cukup rentan terhadap ancaman inflasi mata uang. Investasi dapat dilakukan di dua sarana berbeda, yakni pasar uang dan pasar modal. Bukankah keduanya sama saja? Ternyata ada perbedaan pasar uang dan pasar modal yang cukup signifikan, berikut penjelasan lengkapnya.

Tertarik berinvestasi di pasar modal? Kenali dulu berbagai instrumennya di sini!

Mengenal Pasar Uang

Secara garis besar, pasar uang merupakan pertemuan antara pemilik dana dengan nasabah yang dihubungkan oleh broker. Terjadi penawaran dalam pasar uang yang melibatkan beberapa surat berharga, biasanya berdurasi pendek sekitar kurang dari setahun.

Nasabah yang melakukan pinjaman uang ini akan dikenakan bunga. Apabila pinjaman uang ini berlaku lebih dari satu tahun, maka sudah bisa dikategorikan sebagai pasar utang. Jadi, bisa disimpulkan bahwa sifat utama dari pasar uang adalah jangka waktunya yang pendek, tepatnya kurang dari setahun.

Intip juga “Keunggulan Investasi Valuta Asing”

Apa itu Pasar Modal

Berbeda dengan pasar uang, pasar modal merupakan tempat diperjualbelikannya instrumen keuangan jangka panjang. Mulai dari surat utang hingga reksa dana, pasar modal ini dijadikan sebagai solusi pendanaan bagi perusahaan maupun badan pemerintahan.

Jika pasar uang berjangka pendek, pasar modal justru menawarkan instrumen keuangan di atas satu tahun. Pasar modal ini bisa difungsikan sebagai sumber modal usaha atau instrumen investasi bagi masyarakat.

Meski masih pemula, jangan ragu! Ada instrumen investasi yang cocok untuk pemula lho!

Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Melihat definisi dari pasar uang dan pasar modal, sudah bisa diketahui bahwa kedua sarana ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Meski begitu, mungkin masih agak membingungkan bagi Anda, terutama yang belum pernah terjun ke dalam pasar uang dan pasar modal.

Nyatanya, kedua sarana ini bisa dijadikan sebagai investasi bagi Anda. Maka dari itu, Anda perlu menentukan pilihan investasi tepat agar bisa mendapatkan keuntungan besar sesuai dengan kemampuan Anda. Coba simak beberapa perbedaan dasar antara pasar uang dan pasar modal berikut ini.

  1. Sistem pengelolaan

Sesuai dengan namanya, pasar uang ini begitu memperhatikan fluktuasi dan pergerakan nilai mata uang yang cenderung tinggi. Sehingga, sistem pengelolaannya berjangka pendek. Umumnya tidak lebih dari 270 hari. Maka dari itu, pasar uang cocok bagi investor yang ingin mendapatkan hasil investasi yang cepat, begitu pula bagi perusahaan atau institusi yang membutuhkan pencairan dana yang cepat.

Keuntungan pasar uang ini didapatkan dari besarnya bunga. Sementara pasar modal keuntungannya didapat dari dividen, sehingga sistem pengelolaannya berjangka panjang. Pasar modal cocok dimanfaatkan oleh para investor yang ingin memutar uang dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Perusahaan yang ingin penambahan modal untuk ekspansi atau pengembangan perusahaan pun biasanya lebih memilih pasar modal.

  • Instrumen dagang

Pasar uang memperjualbelikan beberapa instrumen, salah satunya adalah Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan tingkat bunga yang ditentukan berdasarkan sistem lelang. Surat berharga ini memiliki jangka waktu 1 hingga 3  bulan. Lalu, ada juga Surat Berharga Pasar Uang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta atau badan pemerintah dengan durasi maksimal 1 tahun.

Pasar uang juga memperdagangkan Sertifikat Deposito yang diterbitkan oleh bank, Banker’s Acceptance yang merupakan wesel bank dan dikeluarkan dari hasil transaksi jual beli luar negeri. Selain itu, ada juga Call Money, Commercial Paper, Repurchase Agreement, Treasury Bills, dan Promissory Notes.

Pasar modal menjual instrumen seperti saham yang menandakan hak kepemilikan investor terhadap perusahaan atau institusi yang mengeluarkannya, obligasi yang merupakan surat utang yang juga bisa diperjualbelikan kembali, reksa dana yang mengumpulkan sejumlah dana dari beberapa orang untuk akhirnya digunakan oleh seorang manajer keuangan untuk membeli saham.

  • Pelaku pasar

Bank Indonesia memiliki wewenang dan otoritas tertinggi dalam pasar uang. Para pelakunya terdiri dari yayasan, bank, dana pensiun, perusahaan, lembaga pemerintahan, dan tentunya masyarakat. Sementara pasar modal diatur oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memegang otoritas dan wewenang tertinggi dalam pasar modal.

Siapa saja pelaku pasar modal? Ada emiten yang merupakan perusahaan penjual surat berharga, investor yang membeli surat berharga tersebut, kantor administrasi pasar modal, penjamin, broker, perusahaan pengelola dana, wali amanat, dan lembaga penunjang lainnya.

  • Risiko dan profit

Risiko yang bisa didapat dari aktivitas pasar uang ini sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai mata uang yang tidak menentu. Namun, dikarenakan durasinya yang cukup pendek, pasar uang dianggap sebagai solusi yang lebih aman bagi pemula. Keuntungannya sendiri didapatkan dari bunga yang sudah ditetapkan.

Pasar modal dipengaruhi oleh keuangan emiten, kondisi politik, dan ekonomi. Keuntungan dari pasar modal didapatkan dari dividen yang besarnya tidak tetap, tergantung pada laba perusahaan tersebut. Sehingga, pasar modal ini dikatakan sebagai sarana investasi yang cukup sulit, tetapi memiliki sistem high risk high return.

Lihat juga: “Menumpuk Pundi, Meminimalkan Rugi dengan Mengenali Risiko Investasi”


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply