8 Macam Peluang Investasi yang Tidak Boleh Anda Lewati

peluang investasi

Kebutuhan manusia yang meningkat dan potensi inflasi menjadi alasan utama masyarakat Indonesia mulai memilih investasi. Peluang investasi di Indonesia pun tidak sedikit dan memberikan profit yang menjanjikan pada masa depan. Anda pun jangan ketinggalan memanfaatkan berbagai peluang lewat instrumen investasi yang tersedia.

Berbagai Peluang Investasi untuk Menambah Keuntungan

Berinvestasi tidak lagi serumit zaman dulu berkat banyaknya peluang yang tersedia. Aturan mengenai investasi pun sejatinya fleksibel dan gampang diikuti. Contoh sederhananya, Anda kini bisa berinvestasi dengan saldo minimum Rp10.000,- tergantung instrumen dan media investasinya.

Peluang investasi merupakan kesempatan untuk investasi dengan menaruh dana di suatu aset pada masa kini sambil berharap keuntungan pada masa depan. Tujuan peluang investasi adalah memperkirakan keuntungan yang akan didapatkan nantinya lewat instrumen investasi yang digunakan.

Anda harus paham bahwa investasi tidak sedikit menuai risiko. Semakin besar risikonya, profit yang didapatkan pun kian meningkat, sesuai prinsip investasi yaitu high risk high return. Karena itu, Anda wajib menguasai berbagai peluang investasi yang terwujud dalam instrumennya. Penguasaan instrumen investasi menentukan strategi yang harus dilakukan selama menanamkan uangnya di sebuah portofolio.

Modalku akan menguraikan berbagai peluang investasi sebagai pertimbangan Anda. Simak uraian lengkapnya lewat poin-poin di bawah ini.

1. Saham

Kian hari, saham semakin populer sebagai instrumen investasi. Peluang investasinya pun meningkat, seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang menanamkan uangnya di surat berharga perusahaan ini.

Bagaimana tidak, saham merupakan instrumen yang menawarkan profit paling besar dibandingkan jenis investasi lainnya. Jika tertarik, pelajari dulu dasar-dasarnya serta analisis teknikal dan fundamental sebagai strategi investasi saham. Penguasaan strategi yang tepat dapat menghindarkan Anda dari kerugian (loss) dan mencapai tujuan keuangan lebih efisien.

2. Emas

Tidak lekang oleh waktu, itulah peribahasa yang menggambarkan instrumen investasi ini. Harga emas tetap stabil dan kuat sehingga mampu bertahan menghadapi inflasi tiap tahunnya. Besaran harga emas hanya dipengaruhi oleh naik turunnya mata uang dolar, ketersediaan tambang emas, serta jumlah permintaan dan penawarannya.

Seiring perkembangan zaman, Anda bisa berinvestasi emas secara online. Tidak perlu tabungan jutaan rupiah, Anda dapat menabung emas dari nominal paling minimum sekalipun. Emas pun lebih mudah diakses sehingga tidak sulit untuk melakukan transaksi jual beli.

Baca Juga: Reksadana, Sukuk, atau Deposito, Pilih yang Mana?

3. Reksa Dana

Reksa dana diperuntukkan bagi pemula yang ingin berinvestasi, tapi belum paham betul mengenai strateginya. Konsepnya, Anda mengumpulkan uang kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) sesuai instrumen yang diinginkan. Ada empat jenis instrumen dalam reksa dana, yaitu pendapatan tetap, saham, pasar uang, dan obligasi.

Peluang reksa dana saham hampir sama dengan investasi saham secara mandiri. Bedanya, Anda bisa menabung dengan modal yang lebih murah dari saham. Kalau Anda tertarik di reksa dana, pilihlah MI yang tepercaya dan sudah diakui kredibilitasnya.

4. Deposito

Instrumen investasi ini sering dibilang mirip reksa dana. Bedanya, dana deposito dikelola oleh bank yang tergabung dalam Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Risiko deposito pun lebih rendah dan mampu menghasilkan keuntungan berkisar 5-7% per tahun.

Setiap bulannya, bank akan memberikan bunga deposito yang dicairkan ke rekening tabungan biasa. Jika tidak ingin menggunakannya, Anda bisa menyimpannya ke tabungan deposito. Likuiditasnya memang tinggi, tapi Anda tidak boleh menyentuhnya sampai jangka waktu yang telah ditentukan.

Baca Juga: Pahami Cara Menghitung Bunga Deposito dan Maksimalkan Keuntungan Anda

5. Obligasi

Masih sedikit yang familier dengan instrumen investasi ini, padahal peluangnya tidak kalah menjanjikan. Anda bisa menjadikan obligasi sebagai instrumen jangka panjang dengan pengembalian dana yang cukup tinggi.

Obligasi merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh negara, jadi risikonya bisa dibilang nihil. Bunga yang diberikan lebih tinggi daripada Bank Indonesia, membuat  jumlah dana yang dikembalikan pun membengkak. Anda pun mendapatkan capital gain apabila menjual obligasi di pasar sekunder.

6. Properti

Harga properti kian meningkat setiap tahunnya, membuat instrumen investasi ini masih menarik banyak peminat. Properti pun merupakan investasi andalan masyarakat sejak zaman dulu, bahkan dalam keadaan darurat.

Logikanya, setiap orang pasti membutuhkan properti sebagai tempat tinggal, rekreasi, atau membangun usaha. Jika memiliki properti, Anda bisa menjual atau menyewakannya mengikuti harga pasar terkini. Keuntungan investasi tidak pernah minus lantaran harga properti yang terus menanjak.

7. SBN Sukuk Syariah

Opsi ini paling sesuai bagi Anda yang ingin menerapkan hukum syariah dalam investasinya. SBN Sukuk Syariah mirip dengan obligasi, perbedaannya terletak pada pengelolaannya yang bersifat syariah.

Sebagai informasi, SBN cukup laris bagi investor asing karena bunganya cukup tinggi, yakni 6%. Apabila Anda masih pemula dan ingin menginvestasikan dananya, pilihlah instrumen ini. Anda akan mendapatkan return yang cukup besar tapi tetap bisa main aman dengan SBN Suku Syariah.

Baca Juga: Surat Utang Negara Sukuk Ritel 013, Deposito, dan Reksa Dana. Mana Investasi yang Paling Menguntungkan?

8. Pendanaan UMKM Modalku

Anda bisa berpartisipasi membangkitkan UMKM Indonesia lewat program pendanaan online dari Modalku. Peluang pendanaan ini tidak kalah menggiurkan dibandingkan berbagai instrumen di atas, apalagi Anda bisa memulainya dengan dana Rp100.000.

Keuntungan yang didapatkan juga cukup besar, yaitu 17% per tahunnya. Anda bisa memilih jangka waktu pendanaan hingga 24 bulan. Tenang saja, program pendanaan ini sudah resmi dan diawasi oleh OJK. Hubungi tim Modalku dan mari memajukan perekonomian negara.

Banyak sekali ya, peluang investasi yang tersedia di Indonesia. Jadi, instrumen investasi manakah yang Anda pilih?

Tinggalkan Balasan