Pelajari Investasi Jangka Pendek Agar Tidak Salah Langkah

pelajari investasi jangka pendek

Jika didefinisikan, investasi jangka pendek adalah investasi yang dilakukan dengan jangka waktu yang singkat. Dibandingkan investasi jangka panjang, investasi jangka pendek ini lebih minim risiko.

Selain itu, jenis investasi jangka pendek juga lebih mudah dipelajari daripada investasi jangka panjang. Itulah alasan mengapa investasi jangka pendek ini cocok untuk investor pemula. Lalu, apa saja sih jenis atau instrumen investasi jangka pendek tersebut? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Investasi Jangka Pendek

Bagi sebagian orang yang sedang mencari dana tambahan untuk kebutuhan mendesak, seperti: menambah anggaran untuk membeli rumah, mempersiapkan pernikahan, membayar perawatan rumah sakit, dan berbagai kebutuhan lainnya, maka investasi jangka pendek sangat cocok untuk dipilih.

Selain itu, jika dilihat dari segi permodalan, investasi jangka pendek bisa dimulai dengan modal yang kecil, bahkan tidak sedikit yang memulai dengan modal ratusan ribu rupiah saja. Namun, meski dapat dimulai dengan modal yang kecil, investasi jangka pendek juga memiliki risiko, yaitu investor perlu meluangkan waktu untuk memantau pergerakan saham. Mengapa? Karena jika Anda ingin menjual saham yang dimiliki untuk menarik dana, Anda harus menjualnya di saat saham yang dimiliki sedang mengalami keuntungan. Maka dari itu Anda harus memperhatikan pergerakan dari saham Anda.

Baca Juga: Trik Membuat Proposal Usaha untuk Meyakinkan Calon Investor

Instrumen Investasi Jangka Pendek

Ada tiga jenis instrumen investasi jangka pendek yang cukup populer di kalangan masyarakat. Jika Anda seorang investor pemula, Anda mungkin bisa mencoba ikut serta dalam kegiatan investasi jangka pendek dengan menggunakan tiga instrumen berikut, sebelum akhirnya berekspansi dan mencoba investasi jangka panjang pada masa depan.

Berikut adalah tiga instrumen investasi jangka pendek yang patut Anda coba:

1. Reksa Dana

Reksa dana merupakan salah satu jenis instrumen investasi jangka pendek yang akhir-akhir ini populer digunakan. Reksa dana sendiri merupakan produk investasi yang berupa kumpulan dana yang dikelola sebagai modal investasi untuk diubah menjadi berbagai jenis produk seperti saham, obligasi, dan produk keuangan atau investasi lainnya.

Dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi, yang mana merupakan sebuah manajemen atau lembaga profesional yang bertugas mengelola kegiatan investasi Anda.

Reksa dana jangka pendek bersifat likuid dan praktis. Biasanya, reksa dana pasar uang merupakan pilihan investasi jangka pendek yang tepat karena jangka waktunya hanya satu tahun dan tingkat risikonya rendah.

Baca Juga: Pahami Kelebihan dan Kekurangan Sebelum Membuka Tabungan Emas untuk Investasi

2. Obligasi

Obligasi juga merupakan pilihan yang baik sebagai instrumen investasi jangka pendek yang dapat Anda pilih. Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi. Namun instrumen investasi yang satu ini juga dapat diterbitkan oleh badan usaha perorangan.

Dalam obligasi yang diterbitkan biasanya terdapat pernyataan bahwa setiap pembelian memiliki bunga yang akan tumbuh dan memberikan keuntungan bagi pemiliknya dalam jangka waktu tertentu.

Obligasi umumnya memiliki jangka waktu mulai dari 1 tahun sampai 10 tahun lamanya. Biasanya, pemegang investasi obligasi akan diberikan tanda kepemilikan yang berupa kupon atau bunga.

3. Deposito

Selain reksadana dan obligasi, instrumen jangka pendek lainnya yang cukup populer dan banyak digunakan oleh masyarakat secara luas adalah deposito.

Deposito atau investasi berjangka waktu merupakan salah satu jenis investasi yang banyak diminati karena caranya yang sangat mudah dan tidak berbelit-belit. Jika Anda menyimpan dalam jumlah dan waktu tertentu (mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, sampai 2 tahun), Anda akan mendapatkan bunga sebagai ketidakseimbangannya.

Keuntungan dari deposito adalah tingkat keseimbangan yang tetap, dan bunga yang lebih pasti. Sayangnya, Anda tidak dapat menarik uang sebelum mencapai jangka waktu yang telah disepakati sebelumnya.

4. Tabungan

Salah satu bentuk investasi jangka pendek yang sudah lama dilakukan oleh banyak orang adalah tabungan. Ya, tabungan yang Anda simpan di bank adalah salah satu bentuk investasi jangka pendek. Kapanpun Anda membutuhkan dana untuk keperluan apapun, Anda bisa mencairkan uang tersebut dengan cara yang sangat mudah. Namun, tabungan kurang bisa diandalkan untuk kebutuhan finansial jangka panjang.

Baca Juga: Perbedaan Saham dan Reksadana yang Harus Diketahui Oleh Pemula

5. Fintech Lending

Fintech Lending merupakan produk atau instrumen investasi yang sedang naik daun di mana investor menginvestasikan dananya pada UMKM di Indonesia untuk mengembangkan usaha mereka.

Keuntungan dari hasil pengelolaan dana tersebut berupa suku bunga dengan jumlah tertentu. Jangka waktu investasi ini juga dapat dipilih secara bebas oleh investor. Mulai dari 6 bulan, 1 tahun, hingga 2 tahun, sehingga keuntungan bisa didapat lebih cepat.

Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi dengan instrumen ini juga cukup kecil. Anda sudah bisa berinvestasi mulai dari Rp100.000 saja dan keuntungan akan diberikan setiap bulannya. Selain itu, jenis investasi ini juga aman karena terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia.Jika Anda tertarik untuk melakukan pendanaan online atau investasi dengan instrumen ini, Anda bisa melakukannya di Modalku. Jika Anda tertarik, langsung saja daftar sebagai investor di sini.

Tinggalkan Balasan