Menjalankan bisnis hingga tumbuh ke skala menengah bukanlah pencapaian kecil. Anda telah melewati banyak tantangan awal hingga operasional cukup mapan. Meski begitu, perjalanan belum selesai. Sering kali, perusahaan skala menengah justru mengalami titik stagnan pada business growth mereka.
Biasanya, situasi tersebut ditandai dengan pasar yang mulai jenuh, penjualan tidak lagi meningkat signifikan, hingga strategi lama yang tidak lagi cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan. Agar bisa keluar dari kondisi stagnan ini, Anda perlu merancang strategi akselerasi untuk menghidupkan kembali pertumbuhan bisnis.
Temukan segmen pasar baru yang berpotensi
Salah satu penyebab perusahaan skala menengah mengalami stagnasi adalah mereka terjebak pada pasar yang sama bertahun-tahun. Akibatnya, business growth atau pertumbuhan bisnis pun melambat. Untuk mengatasinya, Anda perlu melakukan market research untuk mengeksplor pasar baru yang belum banyak disentuh kompetitor. Misalnya, bisnis es kopi yang semula fokus pada konsumen akhir bisa memperluas pasar ke event atau pemesanan berjumlah besar.
Perkuat branding dengan data-driven marketing
Titik stagnan memang membawa kesulitan bagi business growth. Namun, Anda bisa memanfaatkan momen kritis ini untuk memperkuat branding dengan data-driven marketing. Strategi ini mendorong perusahaan untuk memahami perilaku dan pola belanja konsumen secara lebih mendalam.
Caranya adalah dengan mempelajari data-data yang diperoleh dari berbagai saluran; mulai dari social media analytics, marketplace, platform customer relationship management, hingga survei konsumen. Kemudian, analisislah data tersebut untuk menyusun branding yang lebih kuat dan relevan. Hal ini dapat membantu mempercepat penetrasi pasar baru.
Fokus pada customer experience
Memperoleh pelanggan baru memang penting, tapi bukan berarti Anda jadi mengabaikan pelanggan lama. Justru, retensi pelanggan lama dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang bisnis. Karenanya, perusahaan skala menengah perlu memastikan bahwa setiap touchpoint mampu memberikan pengalaman positif bagi pelanggan; mulai dari kualitas produk, customer service, hingga kemudahan transaksi.
Terapkan omnichannel customer support untuk mempermudah pelanggan dalam menghubungi perusahaan melalui berbagai saluran. Dengan customer experience yang konsisten dan memuaskan, repeat order idealnya akan meningkat sekaligus mendorong promosi alami dari mulut ke mulut.
Luncurkan subscription model jika memungkinkan
Dukung business growth Anda dengan menghasilkan recurring revenue atau pendapatan berulang yang stabil. Penerapan model bisnis berlangganan (subscription) merupakan salah satu langkah tepat karena bisa membantu menjaga kestabilan arus kas. Contohnya seperti menghadirkan layanan software dengan sistem langganan. Hal ini memungkinkan Anda untuk merencanakan ekspansi atau pengembangan bisnis tanpa khawatir akan fluktuasi pendapatan.
Alihkan fungsi non-esensial dengan outsourcing
Memang betul bahwa Anda tidak bisa mengembangkan bisnis sendirian, terutama saat sudah mencapai skala menengah. Meski begitu, tidak semua fungsi bisnis harus Anda jalankan secara internal. Anda dapat mengalihkan fungsi non-esensial ke pihak ketiga (outsourcing) untuk menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi. Dengan begini, Anda bisa lebih fokus pada bisnis inti yang memberi nilai tambah besar.
Terapkan otomatisasi proses operasional dan manajemen inventaris
Teknologi automasi dapat menjadi pendorong signifikan bagi business growth perusahaan skala menengah. Inovasi memberi Anda ruang untuk menghemat energi dan biaya, sekaligus meningkatkan akurasi data dan ketepatan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Salah satu teknologi automasi yang layak dipertimbangkan adalah Enterprise Resource Planning (ERP). Sistem ini berfungsi menyatukan berbagai aspek operasional seperti supply chain hingga keuangan. Tak kalah efisien, ada pula platform manajemen inventaris otomatis untuk membantu Anda mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok, yang kerap membebani arus kas.
Rekrut talenta yang tepat
Teknologi canggih saja belum cukup untuk memaksimalkan pertumbuhan bisnis. Kunci utamanya justru terletak pada kualitas sumber daya manusia. Maka dari itu, alokasikan investasi untuk merekrut dan mengembangkan talenta yang tepat. Pastikan mereka menguasai skill yang sesuai dengan kebutuhan bisnis terkini. Talenta yang tepat tidak hanya mampu membawa ide segar dan meningkatkan produktivitas, tapi juga akan memperkuat daya saing perusahaan skala menengah.
Akselerasi business growth untuk perusahaan skala menengah membutuhkan strategi tepat; mulai dari mengeksplor segmen pasar baru hingga merekrut talenta yang tepat. Namun, jika dirata-rata, penerapan seluruh strategi di atas bisa memerlukan biaya setidaknya ratusan juta hingga miliaran Rupiah, bergantung pada skala bisnis Anda.
Memahami kebutuhan tersebut, Modalku hadir sebagai #AndalanPebisnis dengan solusi Pendanaan Institusi yang aman, fleksibel, dan terpercaya. Melalui Modalku, Anda bisa mendapatkan akses pendanaan mencapai Rp5 miliar dengan tenor hingga 12 bulan. Ajukan pendanaan sekarang juga untuk mendorong akselerasi business growth bersama Modalku!

