6 Ide Diversifikasi Layanan untuk Kembangkan Bisnis Logistik

Dalam industri yang semakin kompetitif, bisnis logistik juga perlu melakukan diversifikasi layanan. Sebab, perubahan pola belanja konsumen dan pertumbuhan e-commerce yang pesat telah melahirkan tuntutan yang lebih tinggi terhadap kecepatan dan keamanan pengiriman barang. 

Dengan menambahkan variasi layanan, Anda pada akhirnya bisa menarik lebih banyak klien, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru dan memperkuat loyalitas pelanggan. Ada beberapa strategi diversifikasi yang dapat diterapkan untuk memastikan usaha logistik tetap relevan sekaligus tumbuh secara berkelanjutan.

Contoh Diversifikasi Layanan untuk Bisnis Logistik

Simak berbagai strategi diversifikasi layanan yang cocok untuk mengembangkan bisnis logistik di bawah ini:

1. Layanan warehousing dan fulfillment

Cara kerja layanan ini mirip dengan perpanjangan tangan bisnis e-commerce, dalam artian bisnis logistik bertugas mengantar barang, mengelola stok, dan distribusi paket.

Manfaatnya cukup signifikan untuk kedua belah pihak. Klien tidak perlu memikirkan biaya sewa gudang sendiri, perekrutan tenaga kerja tambahan, ataupun sistem manajemen inventori yang rumit. Anda pun bisa mendapatkan peluang kerja sama jangka panjang karena bisnis klien sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok.

2. Penyediaan asuransi pengiriman

Kekhawatiran utama pelanggan adalah risiko kerusakan atau kehilangan barang selama perjalanan, sehingga sangan membutuhkan layanan asuransi pengiriman. Bila terjadi insiden saat pengiriman, pihak asuransi bisa menanggung kerugian finansial tersebut.

Manfaat yang didapat tidak hanya berupa tambahan pendapatan dari biaya premi. Justru, reputasi brand Anda juga akan lebih kuat. Sebab, klien bisa melihat usaha logistik Anda lebih profesional dan peduli terhadap kebutuhan mereka. Rasa percaya ini sangat penting untuk menjaga hubungan jangka panjang, terutama ketika menangani produk bernilai tinggi.

3. Last-mile delivery

Tahap terakhir dalam rantai distribusi, yaitu last-mile delivery, sering menjadi faktor penentu kepuasan pelanggan. Bagian ini membutuhkan ketepatan waktu dan fleksibilitas, karena barang langsung diantarkan ke tangan konsumen akhir. Untuk menjalankan layanan ini, perusahaan logistik bisa memanfaatkan armada kecil, kurir motor, atau bahkan berkolaborasi dengan mitra lokal.

Semakin cepat dan tepat barang tiba di tangan konsumen, semakin tinggi tingkat kepuasan mereka. Bagi e-commerce, hal ini menjadi keunggulan kompetitif. Dengan memperkuat layanan last-mile, bisnis logistik dapat masuk lebih dalam ke pasar ritel online yang berkembang pesat. Selain itu, fleksibilitas dalam opsi pengiriman, seperti same-day delivery atau pengiriman di luar jam kerja, bisa membedakan Anda dari kompetitor.

4. Freight forwarding

Tidak semua perusahaan memiliki keahlian dalam mengatur transportasi lintas negara atau lintas moda. Inilah peluang bagi bisnis logistik untuk menyediakan jasa freight forwarding. Perusahaan logistik bertindak sebagai perantara yang memastikan semua dokumen, kepabeanan, hingga koordinasi transportasi pengiriman barang klien berjalan lancar.

Manfaatnya bagi klien adalah efisiensi waktu dan biaya, karena mereka tidak perlu pusing mengurus detail teknis yang rumit. Sementara itu, penyedia layanan mendapatkan peluang masuk ke pasar global dan memperluas jangkauan bisnis.

5. Reverse logistics untuk e-commerce

Dengan meningkatnya volume transaksi online, permintaan terhadap layanan pengembalian barang rusak atau salah juga semakin tinggi. Reverse logistics adalah solusi untuk menangani pengembalian, perbaikan, atau pembuangan produk. Prosesnya meliputi pengambilan barang dari konsumen, pengecekan kondisi, hingga mengembalikannya ke gudang atau produsen.

Bagi bisnis e-commerce, layanan ini sangat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan yang menginginkan kemudahan proses retur. Jika perusahaan logistik mampu menyediakan sistem pengembalian yang efisien, nilai kepercayaan terhadap klien e-commerce pun meningkat. Anda pun bisa membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat hubungan dengan perusahaan ritel online.

6. Specialty cargo

Produk seperti obat-obatan, bahan kimia, alat kesehatan, atau barang elektronik berukuran besar membutuhkan penanganan khusus. Namun, tidak semua perusahaan logistik bisa melakukannya. 

Jika Anda punya sumber daya yang memadai, Anda bisa menawarkan layanan pengiriman specialty cargo menggunakan kendaraan berpendingin atau kontainer dengan sistem keamanan tambahan. Tentunya, diversifikasi layanan ini juga membutuhkan pelatihan staf dan pemahaman mendalam tentang regulasi yang berlaku.

Dalam jangka panjang, manfaatnya bisa sangat besar. Dengan persaingan yang lebih longgar, Anda bisa memaksimalkan posisi branding dan keuntungan. Tarif yang bisa dikenakan juga lebih tinggi karena kompleksitas layanan.

Penerapan diversifikasi layanan di atas bisa memerlukan dana yang cukup besar, bahkan menyentuh rentang miliaran. Apakah Anda perlu dana untuk menambah armada transportasi, hub pengiriman, dan/atau menerapkan teknologi manajemen berskala besar bagi bisnis logistik? Jangan khawatir, sebab Modalku #AndalanPebisnis yang hadir untuk membantu Anda!

Pendanaan Institusi dari Modalku menawarkan modal tambahan hingga Rp 5 miliar dalam bentuk invoice financing, payable financing dan term loan. Anda bahkan dapat menyesuaikan tenor pelunasannya dengan kebutuhan bisnis, dan tidak perlu menjalani prosedur pendanaan yang rumit. Pelajari informasi selengkapnya di sini!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan