Bersahabat dengan Uang, Mungkinkah?

Masa pandemi COVID-19 telah terbukti telah memperlambat perekonomian dan memangkas pendapatan sebagian orang. Mungkin Anda adalah salah satunya. Minimnya aktivitas di luar rumah menjadi salah satu penyebabnya. Ditambah lagi dengan keengganan konsumen dalam membelanjakan uangnya. Ketidakpastian ekonomi ini tentu membuat orang berpikir dua kali untuk membelanjakan uangnya. Pengeluaran pun hanya difokuskan pada kebutuhan pokok dan sembako.

Tahukah Anda? Pandemi COVID-19 justru ancam ekonomi Indonesia lho!

Meski kini kita sedang menuju era new normal, perekonomian tidak akan serta merta segera pulih. Perlu diingat bahwa sebelum pandemi pun ada krisis dan resesi yang kian mengancam. Perlambatan ekonomi seakan menjadi keniscayaan. Uang pun makin sulit dicari.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Memang uang tak mudah dicari, namun hidup bukan serta merta berfokus soal uang, bukan? Tidak mungkin kan kita 24 jam mengejar uang. Oleh karena itu tidak ada salahnya kita mulai bersahabat dengan uang. Bagaimana caranya?

Lihat juga: “Strategi Perencanaan Keuangan Pribadi di Era New Normal”

Ekonomi Menurun, Uang Makin Tak Bersahabat

Memang di tengah perlambatan ekonomi uang terkesan “makin tak bersahabat”, sulit dicari, dan enggan digenggam. Bukan tidak mungkin jika Anda merasa makin dikejar uang justru makin lari. Oleh karena itu, cara pandang uang seperti ini harus diakhiri. Coba berpikirlah bahwa uang bukan tujuan, ia adalah alat mencapai tujuan.

Bersahabat dengan uang bukan berarti Anda  harus kaya raya dan bebas memenuhi kebutuhan dengan membelinya. Dengan kondisi apapun, Anda bisa berkondisi dengan uang. Kuncinya adalah lebih bijak memperlakukan uang. Mulailah untuk menyeimbangkan antara kesenangan saat ini dan keamanan di masa depan. Aturlah kadar prioritas dan keinginan. Jangan sampai karena terlalu memprioritaskan masa depan, Anda lupa menikmati uang Anda saat ini. Sebaliknya, terlalu menghamburkan uang dengan prinsip YOLO (You Only Live Once) juga akan membahayakan masa depan Anda.

Mencari Keseimbangan

Jika terlalu memikirkan masa depan, bisa jadi Anda akan selalu dihinggapi rasa bersalah setiap mengeluarkan uang. Penyesalan pun datang seketika uang ludes. Tentu ini tidak selamanya buruk, jika kadarnya tidak  berlebihan. Setidaknya hal kitu menjadi rambu agar Anda selalu berhati-hati. Nah, Jeremy Shapiro seorang psikolog dari Case Western Reserve University punya tips agar Anda senantiasa bahagia meski mengeluarkan uang. Apa saja ya?

Beli Pengalaman

Dengan membeli pengalaman, Anda akan mendapat lebih banyak kebahagiaan dibanding membeli hal-hal yang sifatnya materi atau kebendaan. Misalnya, bersantai menikmati pemandangan alam, menonton pertunjukan, hingga traveling. Memang, dengan membeli barang-barang branded juga mendatangkan kepuasan, namun kepuasan tersebut akan segera tergantikan saat barang versi terbaru muncul. Dengan demikian, kebutuhan akan uang juga akan makin meningkat.

Buat Pembelian Kecil dalam Jumlah Banyak

Tahukah Anda? Membeli benda-benda kecil tapi banyak ternyata lebih mendatangkan kepuasan ketimbang membeli satu benda saja dengan harga mahal. Dengan cara ini, kepuasan bisa didapatkan lebih banyak dengan menghabiskan uang dengan hal-hal yang berbeda. Tapi, selalu ingat untuk tetap mengontrol keuangan pribadi ya. Simak 4 tips cerdas mengatur keuangan pribadi di sini!

Jangan menjadi rutinitas

Pengalaman tak terlupakan banyak yang datang dari hal-hal baru. Saat pengalaman tersebut berulang dan menjadi rutinitas, maka kepuasannya akan berkurang. Oleh karena itu, jangan menjadikan pengalaman menyenangkan rutinitas. Misalnya, sesekali saja makan steak di restoran. Sehari-harinya Anda bisa membakal dari rumah. Dengan demikian, pengeluaran jadi lebih hemat, Anda pun tidak merasa berdosa makan steak karena tidak dilakukan tiap hari. Pengalaman menyenangkan pun tetap didapatkan.

Gunakan Otak bukan Hanya Uang

Dengan membiasakan diri menggunakan prioritas dalam menggunakan uang serta tetap berhemat maka Anda akan mampu menikmati kegiatan yang murah. Anda pun akan menjadi lebih kreatif untuk menghasilkan uang. Penggunaannya pun dapat lebih bijak.

Berbagi pada Sesama

Melalukan kebaikan untuk orang lain ternyata sangat efektif untuk memberikan kebahagiaan pada diri sendiri. Dalam sebuah eksperimen, sejumlah orang diberikan uang untuk berbagi pada orang lain. Seminggu kemudian skor kebahagiaan menunjukkan peningkatan.

Itulah beberapa tips agar Anda tetap bahagia meski telah mengeluarkan uang. Nah, upaya untuk menjadikan uang sebagai “sahabat” tidak berhenti sampai di sini. Masih ada cara berikutnya. Yakni mengembangkan uang dengan berinvestasi. Mengapa langkah ini perlu?

Menghasilkan Uang Tak Harus Kerja, Bisa juga dengan Investasi

Setelah memahami cara menghabiskan uang secara bijak, kini saatnya Anda berusaha menghasilkan uang dengan efektif dan tak kalah bijak. Apakah harus dengan kerja keras bagai kuda? Tentu tidak bukan. Anda memang bisa menambah penghasilan dengan pekerjaan sampingan, namun ada batasnya bukan. Dalam 24 jam, tidak mungkin selamanya Anda bekerja.

Selain bekerja, Anda bisa menghasilka uang dengan berinvestasi. Dengan cara ini, uang yang Anda miliki akan terus berkembang, meski Anda sedang tidur sekalipun. Dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin jika uanglah yang bekerja untuk Anda, bukan Anda yang bekerja untuk uang. Pada titik ini, uang telah menjadi sahabat Anda.

Besaran uang yang didapat saat investasi tentu bervariasi bergantung pada instrumen investasi beserta risiko yang menyertainya. Mulailah pelajari cara berinvestasi yang benar dan menguntungkan. Jangan lupa untuk pelajari berbagai risiko setiap instrumen investasi. Jika Anda masih pemula, Anda bisa baca artikel di blog Modalku ini: Instrumen Investasi yang Cocok untuk Pemula. Di situ Anda bisa dapatkan berbagai instrumen dengan risiko cukup rendah dan mudah dipelajari bagi orang yang baru pertama berinvestasi.

Berinvestasi dan bijak menggunakan uang menjadi formula efektif untuk bersabahat dengan uang. Saat di titik tersebut, Anda pun bisa mencapai kebebasan finansial. Segera mulai langkah bersahabat dengan uang, makin cepat Anda mulai, makin cepat pula kebahagiaan menghampiri Anda. Selamat mencoba!

Oleh UPR


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini. Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply