Tantangan dan Peluang Tren Workation bagi Bisnis Perhotelan

Seiring banyaknya perusahaan yang menerapkan remote working, tren workation pun ikut meningkat. Workation berasal dari “work (bekerja)” dan “vacation (liburan)”. Jadi, workation memungkinkan orang untuk bekerja dari lokasi liburan. Di satu sisi, tren ini membuka peluang bagi bisnis perhotelan untuk menjangkau banyak tamu. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan sejumlah tantangan yang membutuhkan adaptasi strategis.

Manfaat Tren Workation untuk Bisnis Perhotelan

Tren workation membawa peluang cukup signifikan pada industri perhotelan. Berikut manfaat yang bisa Anda dapatkan dari tren satu ini:

Keuntungan per tamu yang lebih tinggi untuk bisnis perhotelan

Workation sering kali membutuhkan durasi menginap yang lebih lama jika dibandingkan dengan liburan biasa. Mereka tidak hanya menikmati waktu liburan, tapi juga memanfaatkan fasilitas hotel untuk mendukung aktivitas kerja mereka. Contohnya seperti restoran atau ruang kerja. Hal tersebut pun bisa membantu hotel meningkatkan pendapatan rata-rata dari tiap tamu (average revenue per guest).

Menjaga daya saing di luar musim liburan

Di luar masa peak season, bisnis perhotelan biasanya cenderung lebih sepi. Untuk mengatasi tantangan musiman tersebut, Anda dapat menawarkan paket workation sehingga bisa menarik tamu sepanjang tahun. Ketika destinasi liburan cenderung sepi di luar peak season, paket menginap yang mencakup kebutuhan bekerja, seperti area kerja nyaman dan Wi-Fi cepat, dapat menjadi magnet bagi para digital nomad atau pekerja remote.

Tantangan Tren Workation bagi Bisnis Perhotelan

Di samping peluang tersebut, tren workation juga menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis perhotelan. Berikut ini sejumlah tantangan yang dimaksud:

Ketersediaan ruangan 

Seperti yang telah disebutkan, tamu workation umumnya memiliki durasi menginap yang lebih lama. Hal ini membuat rotasi kamar jadi lebih lambat. Kondisi tersebut dapat menyulitkan hotel untuk mengakomodasi tamu lain, khususnya saat peak season seperti akhir pekan, musim liburan sekolah, atau akhir tahun.

Minimnya infrastruktur pendukung bisnis perhotelan

Tidak semua hotel memiliki infrastruktur memadai untuk mendukung kebutuhan workation. Contohnya seperti ruang kerja nyaman, akses internet stabil, dan fasilitas video conference. Sayangnya, tidak dapat dimungkiri bahwa investasi untuk infrastruktur tersebut membutuhkan biaya tambahan yang cukup tinggi.

Ekspektasi layanan yang lebih tinggi

Pada umumnya, tamu workation mempunyai kebutuhan yang lebih spesifik daripada tamu hotel lain. Misalnya seperti ketenangan untuk bekerja atau fleksibilitas jam makan. Selain itu, mereka juga cenderung membandingkan pengalaman bekerja dengan kantor tradisional atau coworking space. Hal ini menuntut bisnis perhotelan untuk menyediakan layanan berstandar kualitas tinggi demi menjaga kepuasan mereka.

Tips Menyiasati Tren Workation

Agar bisa mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang tren workation secara optimal, Anda perlu memperhatikan beberapa strategi berikut:

Sediakan fasilitas yang kondusif untuk bekerja 

Situasi kondusif merupakan kebutuhan utama para tamu workation. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, siapkan workspace khusus di kamar tamu atau area umum yang tenang. Lengkapi dengan meja dan kursi ergonomis. Kemudian, sediakan koneksi internet kecepatan tinggi yang stabil di seluruh area hotel. Akan lebih lagi jika Anda juga menyediakan fasilitas kerja tambahan seperti area khusus video conference atau printer.

Tawarkan paket menginap yang fleksibel 

Tawarkan beberapa opsi paket menginap agar tamu workation bisa memilih sesuai kebutuhan. Lalu, sesuaikan jadwal housekeeping untuk mengurangi gangguan kerja. Misalnya dengan memberikan opsi “on-demand cleaning” yang memungkinkan tamu untuk memilih waktu pembersihan kamar. Selain itu, bisnis perhotelan juga bisa memberikan opsi early check-in dan late check-out untuk menyesuaikan jadwal kerja tamu workation.

Promosikan konten yang bernilai 

Setelah menyiapkan infrastruktur dan fasilitas memadai untuk workation, promosikan bisnis perhotelan Anda melalui konten yang berbobot. Anda bisa menonjolkan fasilitas hotel untuk waktu luang di sela-sela kerja, memberikan rekomendasi wisata hidden gems di sekitar hotel, atau memberikan tips tentang persiapan workation. Manfaatkan media sosial untuk mengunggah konten-konten tersebut, baik dalam bentuk gambar, video, hingga testimoni tamu workation yang puas dengan layanan hotel.

Tren workation membawa peluang sekaligus tantangan bagi industri perhotelan. Dengan memanfaatkan durasi menginap yang lebih lama, bisnis perhotelan bisa meningkatkan pemasukan. Namun, hal tersebut juga menuntut penyesuaian infrastruktur, operasional, dan layanan yang membutuhkan pengeluaran tambahan.

Tak perlu bingung ada Modalku #AndalanPebisnis, Anda bisa mendapatkan modal usaha dengan mengajukan Pendanaan Institusi Modalku. Dengan modal tambahan hingga Rp5 miliar dan berbagai metode pendanaan, Anda bisa memfasilitasi kebutuhan workation di hotel dengan lebih mudah. Kunjungi website Modalku sekarang juga untuk mengetahui syarat dan prosesnya!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan