Hati-Hati Sebelum Gabung, Kenali Keuntungan dan Kerugian Bisnis MLM

Bisnis MLM (multi level marketing) adalah bisnis yang cara kerjanya sangat berbeda dengan cara kerja bisnis lainnya. Tidak hanya di Indonesia saja, MLM juga begitu populer di negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Bisnis MLM tetap saja sama dengan bisnis lain, yakni ada kekurangan dan juga kelebihan. Sebelum Anda memulai usaha MLM, ada baiknya mengenal lebih jauh akan apa itu bisnis MLM.

Peluang Untung yang Besar

Sistem kerja anggota MLM jauh berbeda dari sistem kerja kantoran yang umumnya dijalankan. Jika biasanya seseorang harus bekerja secara terus menerus untuk bisa meraup keuntungan, MLM tidak memaksakan anggota MLM untuk terus berjualan. Ini dikarenakan adanya sistem komisi setiap kali anggota MLM berhasil menjual produk dan merekrut anggota baru.

Bagaimana caranya? Ambil contoh seorang anggota MLM berinisial A berhasil merekrut temannya. Temannya pun sudah merekrut kerabat lainnya untuk ikut bergabung. Artinya, A sudah membentuk sebuah grup dengan 2 orang anggota MLM asuhannya dan akan menerima komisi dari setiap jual beli yang dilakukan kedua anggota ini. 

Tidak cuma dengan MLM, penghasilan tambahan juga bisa didapat dengan smartphone lho! Simak ulasannya di sini!

Fleksibel, Bisa Dilakukan Kapan Saja

Salah satu keuntungan dari bergabung MLM adalah Anda tidak perlu bekerja sesuai dengan jam kantor. Kapan pun Anda ingin aktif berbisnis MLM, Anda bisa melakukannya tanpa ada kekangan dari perusahaan MLM. Dengan begitu, bisnis MLM ini menjadi pilihan bagus untuk Anda yang tengah mencari sumber penghasilan tambahan.

Anda dapat menjalankan bisnis MLM sembari tetap bekerja di kantor. Bahkan, Anda pun semakin dimudahkan untuk berjualan dan merekrut anggota MLM baru ketika ada di kantor. Pada dasarnya, semakin banyak koneksi yang Anda miliki, akan semakin mudah pula untuk bisa berkarir di bisnis MLM.

Maka dari itu, bisnis MLM juga begitu digandrungi oleh kalangan ibu rumah tangga karena bisa berpenghasilan tanpa harus mengorbankan waktu bersama keluarga. Kapan lagi Anda bisa berbisnis dengan waktu yang fleksibel selain dari bisnis MLM?

Lihat juga: “Cara Bisnis Modal Kecil Muncul di Halaman Google”

Sulit dapat anggota MLM baru

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, merekrut anggota MLM baru adalah salah satu tugas utama dalam bisnis MLM ini. Semakin banyak anggota MLM yang tergabung, maka bisa dikatakan akan semakin banyak produk yang terjual. Akan tetapi, konotasi dari bisnis MLM sendiri sudah dalam lensa negatif di mata masyarakat Indonesia. Tidak jarang juga kasus di mana anggota MLM dijauhi oleh teman-teman dan keluarganya karena takut diprospek.

Oleh karena pandangan negatif inilah para anggota MLM menghadapi kesulitan untuk merekrut anggota MLM baru. Alhasil, peluang untung pun akan berkurang karena kini harus bergantung sepenuhnya dengan penjualan produk. Terlebih lagi bisnis MLM yang cenderung kurang mampu mempertahankan anggota. Banyak anggota MLM yang hanya bertahan selama beberapa bulan saja dan akhirnya menghilang karena hilang minat.

Harga Barang yang Mahal

Bisnis MLM ini lebih mirip dengan sistem reseller karena anggota MLM harus membeli stok produk yang akan dijual. Nantinya, produk-produk ini akan dijual kembali oleh para anggota MLM supaya bisa mendapat keuntungan dan mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan. Sistem seperti ini memang tidak selalu diimplementasikan oleh setiap bisnis MLM, namun merupakan sistem yang paling sering diterapkan.

Anda pun perlu mempertimbangkan harga produk yang dijual di bisnis MLM ini. Umumnya, bisnis MLM menjual produk dengan harga yang mahal dengan klaim bahwa produk tersebut memiliki banyak manfaat. Tentu saja harga produk yang mahal juga berkaitan dengan jumlah komisi yang Anda dapatkan. Namun, harga mahal dari produk bisnis MLM ini juga jadi “racun” karena para calon pembeli yang cenderung enggan membeli karena harganya yang selangit.

Potensi Terjebak Skema Piramida

Sayangnya, bisnis MLM ini sangat erat hubungannya dengan skema piramida. Sistem ini pun masih belum diatur dengan jelas secara hukum di Indonesia, jadi kecil kemungkinannya untuk bisa maju ke ranah hukum. Ciri-ciri dari skema piramida ini adalah memaksa anggota MLM untuk merekrut lebih banyak anggota baru alih-alih menjual produk, adanya biaya masuk anggota baru, serta penetapan minimal barang yang harus dibeli oleh anggota MLM.

Lihat juga: “5 Hobi yang Berpotensi Menjadi Bisnis Modal Kecil”

Dari ciri-ciri di atas, bisa dikatakan bahwa bisnis MLM menipu anggotanya untuk menjadi pembeli setia, bukan agen penjual. Banyak anggota MLM yang terjerumus dalam skema piramida dan akhirnya terlilit utang karena harus menutup besarnya biaya pembelian produk. Maka dari itu, Anda harus benar-benar memahami cara kerja bisnis MLM sebelum bergabung dan teliti membaca kontrak kerja. Jika sudah meneliti dan yakin dengan MLM tujuan Anda, silahkan bergabung. Tapi jika tidak, sebaiknya pikir-pikir dulu. Teliti sebelum membeli, telaah sebelum bergabung!

Jika Anda ingin memiliki pendapatan tambahan namun masih ragu untuk bergabung ke bisnis MLM, bagaimana jika Anda merintis bisnis rumahan sendiri? Tentu ada banyak tips menarik dalam mengelola bisnis modal kecil berskala rumahan. Blog Modalku menyediakan banyak informasi tentang bisnis, UMKM, hingga pinjaman untuk mengembangkan usaha. Ayo jelajahi blog kami!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply