Segera Lakukan Pivot Jika Startupmu Jalan di Tempat

Saat ini bisnis dan perusahaan startup telah menjamur di Indonesia. Hal tersebut nyatanya tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi hampir merata di seluruh dunia. Mengacu pada definisi yang dikemukakan oleh Paul Graham, seorang pebisnis dan penulis esai terkenal, startup adalah perusahaan yang dibuat untuk mampu berkembang dengan cepat. Salah satu bentuk perubahan cepat adalah melakukan pivot.

Tetapi pada kenyataannya, perkembangan bisnis startup ini tidak selalu berjalan mulus. Sebagai pemilik dan pengelola terkadang harus berpikir bagaimana keluar dari hambatan-hambatan yang akan ‘mengganggu’ perusahaan startup ini. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, namun salah satu langkahnya adalah dengan melakukan pivot.

Lihat juga: “5 Perusahaan yang Sukses Melakukan Pivot”

Mengenal Pivot dalam Startup

Istilah pivot biasanya cukup dikenal dalam dunia olahraga, khususnya dalam olahraga bola basket. Istilah tersebut dalam bola basket merupakan perubahan arah dengan pijakan yang tetap pada salah satu kaki. Namun, dalam dunia startup, pivot adalah perubahan strategi bisnis dengan catatan masih tetap mempertahankan visi bisnis yang telah ditetapkan sebelumnya. Ini adalah hal yang biasa dalam sebuah bisnis startup. Tidak jarang, pivot justru menjadi penyelamat bisnis startup dari kebangkrutan.

Pivot ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara maupun strategi. Hal tersebut tentunya dilihat dari masalah apa yang sedang dialami oleh perusahaan startup tersebut. Contohnya saja melakukan pivoting dalam hal produk atau mengubah target market.

Untuk hal ini biasanya perusahaan startup memiliki produk yang sudah dibuat, namun di sisi lain mereka juga merasa target market mereka belum sesuai. Jika hal ini terjadi, maka perlu untuk melakukan pivot bagi sebuah bisnis startup untuk menentukan langkah selanjutnya.

Lihat juga: “5 Tantangan dalam Mendirikan Bisnis Startup”

Mengapa Harus Pivot?

Pivot dalam perusahaan startup memiliki banyak keuntungan. Terlebih lagi jika perusahaan startup tersebut bergerak di bidang yang paling sering digunakan oleh masyarakat. Manfaat pivot ini sangat berguna bagi bagi perusahaan startup. Salah satunya adalah menghindari kebangkrutan di saat-saat krisis.

Tidak hanya itu saja, jika perusahaan tidak melakukan pivot maka startup tersebut akan cenderung kalah dalam kompetisi. Dunia startup bergerak sangat cepat, siapa yang dapat bertahan di tengah perubahan, merekalah yang akan menjadi pemenang. Di sisi lain dengan melakukan pivot, Anda pun dapat menemukan ide-ide baru maupun inovasi lainnya yang bisa diterapkan dalam bisnis startup Anda.

Lihat juga: “Ragam Startup di Indonesia: Tak Melulu Berkecimpung di Bidang IT”

Kapan Waktu Pivot yang Tepat?

Dunia ekonomi digital khususnya perusahaan startup, mengalami pasang surut dalam praktiknya. Dalam revolusi industri 4.0, mengubah strategi atau pivot ini memang harus berdasarkan pergerakan pasar. Namun, dalam pivot tidak harus mengubah arah strategi dalam perkembangannya. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melakukan pivot ini?

Tidak ada satu jawaban pasti untuk menjawab hal tersebut. Sebab berbeda startup dan segmentasi pasarnya, berbeda pula kapan harus melakukan pivot. Tetapi, setidaknya ada waktu yang tepat melakukan pivot untuk perusahaan startup, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Terus Menerus Mengedukasi Pasar

Mengedukasi pasar adalah hal baik, namun jika perusahaan startup Anda mengalami hal ini secara terus menerus, tentu ini bukanlah sesuatu yang baik. Jika perusahaan startup Anda terus-menerus fokus mengedukasi pasar, maka kesempatan untuk menciptakan pasar sendiri akan semakin sulit. Selain itu, bisa dibilang pula bahwa perusahaan startup Anda belum diperlukan oleh pasar. Maka, pada saat seperti inilah sangatlah tepat untuk melakukan pivot pada bisnis agar perusahaan startup lebih bisa diterima dan dibutuhkan oleh pasar.

  • Terlalu Cinta pada Startup

Passion adalah hal yang paling penting ketika seseorang ingin mendirikan dan menjalankan sebuah perusahaan startup. Tanpa adanya passion ini, akan sulit untuk melakukan hal penting dan membuat perusahaan bisa meraup keuntungan lebih.

Passion memang penting dalam membangun startup, akan tetapi jangan sampai kecintaan dan passion ini malah membutakan Anda sehingga tidak mengetahui apa yang konsumen maupun pengguna butuhkan. Saat ini jugalah Anda bisa mengambil sebuah langkah pivot untuk meneruskan bisnis startup di masa mendatang.

  • Kurang Mendapat Respon Positif dari Market

Sebagian orang memang membutuhkan perusahaan startup Anda. Namun, harus diingat pula bahwa sebagiannya tidak. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika ada yang sampai memberikan respon yang negatif terhadap perusahaan startup Anda.

Hal tersebut adalah hal yang wajar. Anda tidak perlu panik dan bertindak berlebihan. Jika ini Anda lakukan, Anda sama sekali tidak memperbaiki keadaan. Alangkah lebih baik jika Anda melakukan sebuah langkah penting demi satu kemajuan startup yang sudah dibangun. Melakukan pivot dalam kondisi seperti ini adalah hal baik agar produk dibutuhkan dan dicintai konsumen.

  • Mendapatkan Feedback Negatif

Melakukan pivot tidak hanya pada saat kurang mendapatkan respon positif saja tetapi juga ketika mendapatkan feedback negatif. Anda sebaiknya tidak mengabaikan feedback negatif tersebut dan jadikanlah sebagai batu loncatan untuk lebih baik. Terlebih lagi jika penilaian negatif ini muncul dari investor. Saat mendapatkan penilaian yang seperti ini, ada baiknya Anda untuk melakukan evaluasi secara berkala dan besar-besaran pada perusahaan startup Anda.

  • Ingin Menjangkau Semua Hal

Hampir semua startup ingin memberikan yang terbaik dan semua pelayanan kepada konsumen. Namun, sebenarnya konsep berpikir tersebut kurang tepat. Tidak sedikit startup besar gagal hanya karena ingin memberikan semua bagi konsumen.

Lebih baik jika perusahaan startup Anda bisa fokus pada satu aspek saja. Akan tetapi, jika perusahaan mengambang dan belum menentukan target pasar, di sini sebagai pemilik perusahaan Anda harus melakukan perubahan dan sebisa mungkin lakukan pivot untuk menjangkau hal lebih baik di masa mendatang.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Pivot?

Kemudian, Anda juga mungkin bertanya-tanya hal apakah yang perlu dilakukan setelah melakukan pivot pada bisnis startup. Apakah semuanya akan berjalan baik-baik saja dan Anda sebagai pemilik harus tinggal diam? Tentu tidak, karena masih ada beberapa hal utama yang penting untuk diperhatikan dan dilakukan.

Memang pivot memiliki tujuan yang baik bagi perusahaan startup. Akan tetapi di sisi lain, terkadang hal tersebut tidak berjalan semestinya karena adanya beberapa faktor penghambat. Oleh karena itulah setidaknya ada lima hal yang bisa dilakukan pasca pivoting. Mulai dari membuat perencanaan yang matang hingga Anda harus rela membuang fitur apa saja yang selama ini dianggap sebagai penghambat bagi perusahaan startup yang sedang Anda rintis.

  • Rencana Bisnis Lebih Fleksibel

Rencana bisnis startup Anda beberapa akan mengalami perubahan karena proses pivoting sebelumnya. Itu semua adalah hal yang wajar. Buatlah rencana bisnis baru berdasar pada survei maupun riset serta pengumpulan data yang benar-benar relevan, termasuk target pasar serta produk yang ditawarkan kepada konsumen.

Jadi, setelah melakukan pivot sebaiknya Anda membuat bisnis lebih fleksibel. Sebab, perencanaan bisnis sewaktu-waktu dapat berubah ketika mulai dijalankan. Meski begitu, Anda pun jangan terlalu takut untuk mengubah perencanaan bisnis saat keadaan benar-benar memaksa untuk tindakan tersebut.

  • Menyesal Akan Menghambat Pertumbuhan Bisnis

Rasa menyesal terkadang selalu muncul ketika pemilik bisnis startup melakukan pivot. Biasanya pemilik akan melihat kebelakang dan selalu merasa bersalah terkait keputusan yang diambilnya. Melihat ke belakang memang tidak ada salahnya, namun jangan jadikan hal tersebut sebagai sebuah penyesalan terbesar dalam hidup Anda.

Sebaiknya hal tersebut harus Anda buang jauh-jauh. Mulailah untuk fokus ke depan dengan ide dan rencana yang baru. Jadikan hal yang telah terjadi menjadi sebuah pelajaran berharga dalam bisnis Anda. Dengan demikian, hal tersebut bisa menjadi bahan evaluasi untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

  • Jangan Tinggalkan Pengguna Setia Startup Anda

Apakah bisnis startup Anda memiliki jumlah pengguna yang setia? Jika iya, janganlah tinggalkan pengguna setia Anda dalam berbagai hal. Ajaklah mereka untuk ikut serta menjadi bagian perencanaan startup Anda. Sertakan pengguna tersebut dalam mencoba produk maupun fitur terbaru yang diciptakan misalnya. Lalu, mintalah feedback dari pengguna tersebut mengenai kelebihan dan kekurangannya. Masukan dan feedback tersebut menjadi bekal untuk memperbaiki kesalahan di masa mendatang.

  • Buang Fitur yang Tidak Berguna

Pernahkah Anda berpikir jika hambatan pada startup sebelumnya adalah adanya fitur yang tidak berfungsi dengan baik? Jika fitur tersebut masih bisa diperbarui dan diperbaiki, maka tidak ada salahnya Anda untuk memperbaikinya. Namun, bila dirasa mengganggu oleh para pengguna maka Anda jangan segan-segan membuang fitur tersebut. Mulailah untuk mengurangi fitur dan fokuskan untuk layanan yang dianggap lebih dibutuhkan oleh para pengguna.

  • Mengubah Target Pasar

Terakhir, langkah yang bisa Anda lakukan setelah melakukan pivoting adalah dengan mengubah target pasar. Mungkin Anda merasa jika target pasar sebelumnya sudah dicapai, maka bisa mencoba untuk menentukan target pasar baru. Memang, menentukan target pasar baru ini bukan perkara mudah, sebab Anda harus melakukan riset terlebih dahulu untuk membuat keputusan yang tepat.


Setidaknya hal-hal di atas perlu Anda perhatikan saat ingin melakukan pivot dalam bisnis perusahaan startup Anda. Ingat, dalam melakukan pivoting di era revolusi industri 4.0 ini sebaiknya pikirkan pula hal-hal apa yang Anda butuhkan. Jadi, jika Anda ingin melakukan pivoting sebaiknya janganlah ragu dan setengah-setengah. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai dunia startup.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply