Cara Menabung Efektif Selama Berbisnis Online

Berbisnis online tidak hanya soal mencari profit saja, tetapi bagaimana mengelola profit tersebut dengan bijak. Salah satu cara pengelolaannya adalah dengan menabung sebagian keuntungan yang didapat. Mudah memang kedengarannya, namun ternyata sebagian besar pedagang online masih kesulitan untuk menabung dari hasil berbisnis online tersebut. Untuk membantu Anda, ini cara menabung yang efektif saat mengelola bisnis online.

Lihat juga: “Cara Menabung 101 bagi Shopaholic”

Penyebab Sulit Menabung

Penyebab yang paling sering menyebabkan sulit menabung dikarenakan ada banyak pedagang online yang ingin mengembangkan bisnisnya dengan serba cepat sehingga menabung tidak menjadi prioritas pemilik bisnis. Semua aliran dana dari profit yang didapat biasanya langsung dikerahkan sepenuhnya untuk mengembangkan bisnis tanpa alokasi dana tabungan.

Situasi lainnya yang juga membuat pedagang online ini sulit menabung adalah karena tidak adanya disiplin dan kecakapan dalam mengatur uang. Contoh sederhananya, pemilik usaha justru menggunakan profit bisnis online-nya untuk keinginan pribadinya, seperti membeli barang baru atau berlibur.

Berlibur tidak harus mahal kok, mau liburan tanpa pusingin bujet? Lakukan perencanaan keuagnan!

Jika pedagang online tidak tahu cara menabung, maka pemilik bisnis akan mengalami kesulitan saat ada kebutuhan-kebutuhan darurat dalam operasional bisnis. Misalnya seperti saat harus memperbaiki alat kerja yang bermasalah, atau bahkan membeli alat kerja baru karena yang lama udah rusak sama sekali.

Tahukah Anda? Dana darurat tak hanya bagus untuk operasional bisnis, tapi juga hadapi krisis ekonomi. Simak penjelasannya di sini!

Mulai dengan Rekening Berbeda

Sebenarnya tidak ada masalah jika Anda memang ingin serba cepat dalam berbisnis online, termasuk ingin cepat dalam mengembangkan bisnis. Tetapi, lakukan dengan cara yang benar agar tetap ada dana yang dapat dialokasikan untuk ditabung.

Cara menabung ini bisa dimulai dengan memastikan bahwa Anda memiliki rekening yang berbeda saat memulai berbisnis online. Pertama, pisahkan rekening pribadi dan rekening bisnis. Kedua, untuk rekening bisnis, perlu memisahkan rekening operasional bisnis, rekening profit, dan rekening tabungan.

Rekening operasional bisnis berisi modal dari bisnis online dan pembiayaan bisnis sehari-hari. Transaksi belanja untuk operasional semuanya menggunakan dana di rekening ini. Rekening ini juga jadi rekening untuk transaksi pembayaran dengan konsumen. Sementara rekening profit adalah rekening yang dipisahkan untuk menampung dana keuntungan bisnis setiap bulannya. Untuk rekening terakhir, rekening tabungan, digunakan untuk menyisihkan alokasi dana khusus.

Pembagian Alokasi Dana Profit

Untuk membagi alokasi dana profit, Anda harus melihat kondisi bisnis online Anda. Jika kondisi bisnis Anda berjalan tetapi masih ada beban hutang bisnis, maka pembagian profitnya adalah 40% dana tetap di rekening profit, 30% dipakai membayar cicilan, dan 30% masuk rekening tabungan. Sementara jika Anda tidak memiliki hutang, 60% profit bisa tetap di rekening profit, lalu 40% dana profit masuk ke rekening tabungan.

Alokasi dana di rekening profit inilah yang nantinya bisa Anda gunakan untuk mengembangkan bisnis online Anda. Dengan begini, Anda tetap bisa mengembangkan bisnis sekaligus menyishkan dana untuk ditabung. Dana khusus di tabungan bisnis online ini sebaiknya digunakan hanya untuk keperluan yang darurat, seperti kerusakan alat kerja atau kerugian akibat bencana.

Gunakan Tabungan Profit untuk Ekspansi

Saat Anda akan menggunakan alokasi dana di tabungan profit untuk berekspansi, mulailah dengan hal-hal yang paling vital. Hal paling vital ini tentu saja menyesuaikan dengan jenis dan kebutuhan bisnis. Contohnya bisa dimulai dengan menginvestasikan profit untuk melakukan digital marketing untuk memperluas pasar usaha online Anda

Karena bisnis online ini akan berkembang lebih lagi, berati kebutuhan barang yang akan disiapkan juga meningkat. Anda juga perlu memeriksa kesiapan bagian pengadaan atau produksi. Ini termasuk seberapa besar biaya yang akan diperlukan dan target penghasilan yang harus ditingkatkan untuk mendapat profit lebih.

Lihat juga: “5 Bisnis Online yang Punya Peluang Menjanjikan”

Lakukan Evaluasi Keuangan secara Berkala

Persentase alokasi dana untuk ditabung memang tidak berubah, tetapi nominalnya jelas berubah-ubah. Ini sebabnya perlu Anda lakukan evaluasi untuk laporan keuangan secara berkala. Untuk dana tabungan ini cukup dilakukan setiap satu bulan sekali.

Perhatikan pergerakannya. Apakah nominalnya cenderung meningkat atau menurun, atau justru tetap dengan sedikit sekali perubahan? Dari sini Anda dapat mengetahui sejauh mana kinerja bisnis online yang Anda lakukan. Karena dana tabungan ini diambil dari dana profit, maka semakin tinggi profit, semakin tinggi pula dana tabungan yang masuk.

Gunakan cara-cara menabung di atas selama berbisnis online. Dengan begitu, profit yang didapat dari bisnis Anda tidak mengalir dan berputar hanya untuk keperluan operasional semata. Anda juga bisa memanfaatkan dana tabungan ini di periode tertentu untuk membeli aset-aset investasi.

Jika belum ada tabungan untuk mengembangkan bisnis online, jangan khawatir! Anda bisa mengajukan pinjaman usaha di Modalku. Dapatkan pinjaman usaha online hingga Rp 500 juta, bunga mulai 1,5% per bulan dengan syarat mudah dan tanpa jaminan.

Pinjam Sekarang!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply