6 Strategi Digital Shelf Management untuk Visibilitas Produk FMCG

Pada industri fast-moving consumer goods (FMCG), penataan produk berperan penting untuk kesuksesan toko offline maupun online. Umumnya, penataan produk FMCG di toko fisik berfokus pada lokasi rak yang mudah terjangkau oleh pelanggan. Sementara itu, penataan produk di toko online dikenal dengan istilah digital shelf.

Berbeda dari toko offline, digital shelf membutuhkan strategi penempatan produk yang sesuai. Tujuannya agar produk Anda terlihat lebih menonjol, mudah ditemukan, dan menarik perhatian pelanggan. Bagaimana tipsnya? Mari kita simak di sini!

Apa Itu Digital Shelf Management?

Digital shelf management adalah proses mengelola penempatan produk pada platform e-commerce atau toko online. Anda juga bisa menerapkannya untuk produk FMCG. Proses ini umumnya melibatkan penggunaan gambar berkualitas tinggi, deskripsi produk, dan optimasi judul. 

Tak hanya itu, Anda juga harus rutin menganalisis data untuk memastikan bahwa produk Anda selalu terlihat menonjol dan relevan, sehingga pelanggan mudah menemukannya. Dengan begitu, daya saing produk Anda pun akan meningkat di pasar digital.

Penerapan Digital Shelf Management dalam Produk FMCG

Untuk menerapkan digital shelf management pada produk-produk FMCG, Anda bisa mengadopsi beberapa strategi berikut ini:

Sertakan kata kunci dalam judul dan deskripsi produk FMCG

Optimalkan judul dan deskripsi produk di toko online Anda dengan kata kunci yang relevan. Dengan kata lain, pelanggan harus sering menggunakan kata kunci tersebut saat mencari suatu produk. Untuk menentukan kata kunci yang tepat, Anda bisa melakukan keyword research menggunakan tools khusus seperti Ahrefs atau Google Keyword Planner.

Carilah kata kunci yang memiliki volume tinggi, tapi tingkat kompetisinya rendah. Dengan menyertakan kata kunci yang relevan, peluang produk Anda ditemukan oleh target audiens pun akan lebih besar.

Gunakan gambar berkualitas tinggi

Ingatlah bahwa pelanggan tidak dapat menyentuh dan mengecek produk Anda secara langsung. Sebagai gantinya, pasanglah gambar produk berkualitas tinggi pada digital shelf. Pastikan gambar tersebut jelas dan memperlihatkan detail produk dengan baik. Tampilkan beberapa sudut pandang produk dan, jika memungkinkan, berikan video pendek untuk menunjukkan fitur tertentu.

Analisis feedback pelanggan dan kompetitor

Berikutnya, kumpulkan feedback pelanggan untuk mempelajari penilaian mereka tentang kekuatan dan kelemahan produk FMCG Anda. Gunakan hasil analisis feedback untuk memperbaiki kualitas, lalu sesuaikan deskripsi produk pada digital shelf. Tak kalah penting, lakukan pula analisis kompetitor untuk mengetahui kata kunci yang mereka gunakan atau menemukan strategi penataan produk yang efektif. 

Pastikan stok produk FMCG selalu mencukupi

Sebagus apa pun kualitas digital shelf management Anda, hal tersebut akan percuma apabila produk yang dicari pelanggan ternyata habis. Kemungkinan besar, pelanggan akan beralih ke produk kompetitor untuk memenuhi kebutuhan FMCG mereka.

Untuk mencegah hal tersebut, pastikan Anda selalu mencukupi stok produk. Rutinlah memantau stok untuk menghindari situasi out-of-stock yang berisiko mengurangi kepuasan pelanggan. Strategi ini tak hanya meningkatkan peluang penjualan, tapi juga menjaga kepercayaan pelanggan. 

Perhatikan tata letak kategori produk 

Penempatan produk sesuai kategori merupakan salah satu aspek penting dalam digital shelf management. Sebagai contoh, jika Anda sedang mengadakan promosi atau diskon pada produk tertentu, letakkan produk tersebut pada bagian yang mudah terlihat. Misalnya, di halaman pertama atau dalam kategori promosi. Dengan begitu, visibilitas produk diskon akan meningkat dan dapat mendorong pelanggan melakukan pembelian.

Jaga konsistensi di berbagai channel promosi dan penjualan

Aspek lain yang tak kalah penting dalam digital shelf management adalah konsistensi. Tampilkan produk dan sampaikan informasi secara konsisten di berbagai platform penjualan, baik itu marketplace, situs web, maupun media sosial. Dengan gambar, deskripsi, dan harga produk yang seragam, kredibilitas produk akan meningkat di mata pelanggan. Hal ini juga dapat membantu memperkuat kesan profesional brand Anda.

Tonjolkan produk FMCG Anda di ranah ekosistem online dengan strategi digital shelf management yang tepat. Supaya hasilnya efektif, lakukan riset terlebih dulu untuk memahami kebutuhan dan preferensi target pelanggan. Proses ini kemungkinan membutuhkan modal tambahan, yang bisa Anda dapatkan dengan mengajukan Pendanaan Institusi Modalku.

Pendanaan Institusi Modalku menyediakan berbagai produk pendanaan PO, faktur kerja, dan pembiayaan berjangka dengan modal tambahan hingga Rp5 miliar. Jadi, Anda bisa memilih metode pendanaan yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis, termasuk untuk mendukung digital shelf management FMCG. Kunjungi website Modalku sekarang juga untuk mempelajari masing-masing produk pendanaan dan mengajukan permohonan!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan