6 Cara Menyiasati Kenaikan Harga Bahan Baku Produk FMCG

Bisnis fast-moving consumer goods (FMCG) sangatlah dinamis karena harus merespons cepat permintaan konsumen. Salah satu kunci kesuksesan bisnis tersebut adalah kecukupan stok bahan baku untuk produksi. Masalahnya, tantangan ekonomi global seperti kenaikan biaya logistik dan inflasi kerap menyebabkan harga tersebut naik. Kondisi ini pun turut memengaruhi biaya produksi dan peluang profit.

Sebagai langkah antisipatif, Anda perlu mempunyai strategi yang matang untuk menghadapi dampak kenaikan harga tersebut. Lantas, apa yang sebaiknya Anda lakukan?

Siasat Hadapi Kenaikan Harga Bahan Baku untuk FMCG

Dengan strategi tepat, bisnis Anda dapat mengelola dampak kenaikan harga material tanpa harus mengorbankan  kualitas produk. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda terapkan:

Tinjau ulang formulasi produk 

Awali dengan menganalisis formulasi produk Anda secara mendalam. Identifikasi bahan baku apa saja yang mempunyai kontribusi paling besar terhadap biaya produksi. Berdasarkan hasil identifikasi, evaluasi apakah bahan tersebut bisa diganti dengan bahan lain yang lebih ekonomis sambil tetap mempertahankan kualitas. Jika tidak bisa, pertimbangkan apakah Anda bisa mengurangi penggunaan bahan tersebut tanpa harus mengubah standar produk.

Sebelum menjualnya secara besar-besaran, lakukan uji coba produk dengan bahan baku baru tersebut. Tujuannya untuk memastikan bahwa perubahan ini tidak akan berdampak negatif terhadap pengalaman konsumen.

Negosiasi dengan supplier bahan baku

Ketersediaan bahan baku sangat bergantung pada supplier. Mereka inilah yang biasanya memasok bahan-bahan FMCG untuk bisnis Anda. Jadi, jika supplier menaikkan harga, otomatis bisnis Anda pun akan terdampak. Itulah kenapa supplier dapat menjadi mitra strategi untuk membantu Anda mengurangi tekanan biaya.

Coba lakukan negosiasi ulang dengan supplier untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Selain itu, Anda juga bisa mengusulkan skema pembayaran fleksibel yang bisa menunjang arus kas bisnis. Cara lainnya adalah menawarkan pembelian bahan dalam jumlah besar atau kontrak jangka panjang, tapi dengan imbalan berupa diskon harga.

Pertimbangkan bahan baku alternatif

Bagaimana jika harga bahan utama melonjak drastis? Pada situasi seperti itu, penggunaan bahan baku alternatif dapat menjadi solusi. Namun, lakukan riset mendalam terlebih dulu terhadap bahan baku alternatif tersebut. Identifikasi dampaknya terhadap kualitas produk Anda dan pengalaman konsumen. Kemudian, Anda perlu menguji bahan alternatif tersebut secara menyeluruh sebelum menggunakannya dalam proses produksi.

Perluas jaringan kemitraan dengan supplier bahan baku lain

Memiliki supplier langganan tentu sah-sah saja. Namun, sebaiknya hindari hanya bergantung pada satu supplier, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Bayangkan jika Anda hanya bekerja sama dengan satu supplier, lalu supplier tersebut menaikkan harga bahan baku di luar anggaran Anda. Tanpa adanya supplier lain, Anda pun akan kelimpungan memenuhi stok bahan FMCG.

Maka dari itu, Anda perlu melakukan diversifikasi sumber bahan baku Anda dengan bermitra bersama beberapa supplier. Hadiri pameran dagang untuk menemukan supplier potensial, atau manfaatkan platform digital untuk menjalin kerja sama dengan supplier global. Bandingkan harga dan layanan dari beberapa supplier sekaligus untuk mendapatkan pilihan terbaik.

Atur ulang harga jual produk 

Apabila tidak ada cara lain untuk menekan biaya, Anda bisa menyesuaikan harga jual produk. Transparansi menjadi faktor penting dalam hal ini. Komunikasikan alasan kenaikan harga bahan baku, misalnya melalui pernyataan resmi atau media sosial. Lalu, soroti nilai tambah produk Anda, misalnya seperti kualitas atau keberlanjutan, untuk mempertahankan loyalitas konsumen. Jika memungkinkan, tawarkan diskon atau promo sementara untuk meringankan dampak kenaikan harga.

Pastikan dana Anda mencukupi 

Kenaikan harga bahan baku pastinya akan sangat membutuhkan fleksibilitas keuangan. Dengan dana yang memadai, Anda bisa melakukan riset dan uji coba bahan alternatif sebelum menggunakannya dalam skala besar. Tak hanya itu, dana yang memadai juga memungkinkan Anda untuk membeli bahan dalam jumlah besar saat harga masih stabil, sehingga Anda dapat menekan risiko lonjakan biaya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Anda bisa mengandalkan Pendanaan Institusi dari Modalku yang tersedia bagi badan usaha PT/CV di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali. Modalku menawarkan berbagai produk pendanaan dengan nominal mencapai Rp5 miliar. Dengan demikian, Anda dapat menggunakan modal usaha tersebut untuk mendukung riset dan pembelian bahan FMCG dalam jumlah besar sebagai langkah antisipasi. Kunjungi website Modalku sekarang juga untuk mempelajari prosedur pendanaan dan melakukan pengajuan!

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan