6 Cara Melakukan Market Research untuk Bisnis Fashion

Bayangkan Anda sedang mendesain koleksi pakaian yang unik. Namun setelah merilis koleksi tersebut, ternyata respons pasar tidak sesuai ekspektasi. Bisa jadi, produk tersebut kurang sesuai dengan selera atau kebutuhan pelanggan. Inilah pentingnya market research sebelum mengembangkan produk fashion. Sebab, dengan riset yang tepat, Anda bisa mengetahui kebutuhan pelanggan secara mendalam, pesaing utama bisnis Anda, hingga strategi relevan untuk memenangkan pasar. 

Tips Market Research untuk UKM Fashion

Supaya hasilnya efektif, Anda perlu melakukan riset pasar dengan tepat. Anda bisa menemukan cara-cara tersebut dalam ulasan berikut ini!

Tentukan tujuan riset pasar dengan spesifik

Sebelum memulai riset pasar, tentukan dulu tujuannya secara spesifik dan terukur. Tujuan yang jelas dapat menjadi panduan Anda untuk memilih metode riset yang sesuai dan mendapatkan informasi yang relevan. Berikut beberapa contoh tujuan market research yang bisa Anda jadikan referensi:

  • Mengetahui tren fashion terbaru yang sedang konsumen minati selama 3 bulan terakhir;
  • Menentukan harga jual yang sesuai dengan daya beli target pelanggan;
  • Mengidentifikasi preferensi pelanggan terkait bahan, desain, dan warna pakaian.
  • Pelajari sentimen pelanggan melalui survei 

Melalui survei, Anda dapat mengumpulkan data langsung dari target pelanggan. Anda bisa melakukan survei untuk mengetahui banyak hal, seperti desain fashion yang paling Anda suka, platform belanja fashion favorit, hingga faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.

Kabar baiknya, kini Anda bisa melakukannya secara online. Misalnya, dengan membagikan kuesioner gratis melalui media sosial bisnis fashion Anda atau melalui email. Setelah survei selesai, analisis data yang terkumpul untuk memahami pelanggan Anda.

Adakan FGD berskala kecil 

Bagaimana jika hasil survei masih membutuhkan pendalaman? Pada situasi ini, Anda dapat mengadakan focus group discussion (FGD) berskala kecil. FGD adalah sesi diskusi yang melibatkan beberapa orang target pelanggan untuk lebih memahami kebutuhan dan pendapat mereka dengan lebih mendalam.

Supaya efektif, siapkan daftar pertanyaan terbuka untuk mendapatkan insight lebih detail tentang kebutuhan pelanggan. Bahkan, jika memungkinkan, Anda juga bisa menguji konsep produk fashion pada target pelanggan sebelum memproduksinya secara massal.

Observasi brand fashion lain 

Market research juga bisa Anda lakukan dengan mengobservasi merek fashion lain, terutama jika tujuan riset Anda adalah untuk memahami strategi kompetitor. Apabila memungkinkan, kunjungi langsung toko fashion yang mempunyai target pasar serupa dengan bisnis Anda. Perhatikan bagaimana mereka menyusun produk, melayani pelanggan, hingga memasang harga.

Namun jika Anda sulit melakukan hal tersebut, Anda dapat mengobservasi melalui media sosial. Amati bagaimana brand fashion lain berinteraksi dengan para pelanggan di berbagai platform, seperti Instagram dan TikTok. Cari tahu gaya konten mereka, cara interaksi dengan pelanggan, hingga campaign yang dijalankan.

Baca laporan industri fashion

Perkuat riset pasar Anda dengan membaca data atau laporan dari hasil riset di industri fashion. Informasi tersebut dapat membantu Anda memahami perubahan pola konsumsi, tren pasar, hingga proteksi pertumbuhan industri fashion.

Beberapa sumber yang dapat Anda jadikan referensi adalah riset dari lembaga seperti Statista atau Nielsen, serta McKinsey’s State of Fashion Report. Jika anggaran cenderung terbatas untuk mengakses hasil riset berbayar, carilah ringkasan laporan gratis atau bacalah artikel bisnis dan fashion dari sumber terpercaya.

Analisis hasil riset dan terapkan dalam business plan

Setelah seluruh data terkumpul dari market research, segera olah hasilnya dan terapkan dalam strategi bisnis fashion Anda. Misalnya, hasil riset menunjukkan bahwa tren warna pastel sedang populer. Jadi, Anda bisa mengembangkan koleksi produk fashion dengan menggunakan warna-warna pastel tersebut.

Atau mungkin hasil riset Anda menunjukan bahwa target pelanggan lebih sering menonton konten short video di Instagram dan TikTok. Jadi, Anda bisa memfokuskan promosi pada konten short video  di kedua platform tersebut.

Butuh Modal Tambahan untuk Market Research? #UntungAdaModalku! 

Sebagai permulaan, Anda bisa melakukan riset pasar secara gratis dengan memanfaatkan media sosial atau platform seperti Google Forms. Namun, Anda tetap perlu melakukannya secara berkelanjutan supaya Anda terus mendapatkan data up-to-date yang relevan. Jika ditotal, market research dalam jangka panjang bisa membutuhkan biaya hingga ratusan juta Rupiah.

Bagi yang membutuhkan modal tambahan untuk keperluan riset pasar, Anda bisa mengajukan pendanaan usaha di Modalku. Melalui produk Pendanaan Institusi Modalku, Anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga Rp5 M.

Apalagi, syarat dan prosesnya relatif mudah karena dilakukan secara online. Ditambah dengan bunga yang kompetitif, Pinjaman UKM Modalku dapat mendukung Anda melakukan market research tanpa membebani keuangan bisnis. Yuk, manfaatkan solusi Pendanaan Institusi dari Modalku yang dapat mendukung Anda mengembangkan bisnis! Klik di sini untuk mengajukan pendanaan modal usaha dari Modalku sekarang juga.

Ajukan Pendanaan Institusi

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan