4 Tantangan Supply Chain Usaha FMCG dan Strateginya

Renovasi Rumah Kos

Apa rahasia di balik bisnis FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yang sukses? Jawabannya ada di manajemen supply chain! Sebab, dengan strategi pengelolaan rantai pasokan yang tepat, Anda bisa memastikan stok produk jualan selalu mencukupi, dan semuanya berada dalam kondisi baik ketika tiba di tangan konsumen. Namun, hal tersebut memiliki tantangan tersendiri, sehingga strategi yang Anda terapkan harus mempertimbangkan semua aspeknya.

Tantangan Supply Chain Produk FMCG

Apa saja tantangan manajemen rantai pasokan yang sering melanda bisnis FMCG? Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Usia produk yang pendek

Produk FMCG seperti makanan dan minuman umumnya memiliki usia simpan yang pendek. Oleh sebab itu, produk harus cepat sampai ke tangan konsumen sebelum kadaluarsa. Namun, masalah logistik dan keterlambatan pengiriman bisa menyebabkan penurunan kualitas produk. Pada akhirnya, stok barang Anda akan berkurang banyak, dan begitu juga dengan potensi pendapatan Anda.

2. Margin keuntungan yang kecil

Sering kali, bisnis FMCG menjual produk dalam volume besar dengan harga rendah. Hal ini membuat margin keuntungannya sangat tipis. Maka dari itu, kesalahan kecil dalam perencanaan strategi supply chain atau efisiensi operasional bisa mengakibatkan kerugian besar. Namun, meningkatkan harga jual untuk memaksimalkan laba justru bisa membuat konsumen enggan membeli produk tersebut lagi.

3. Dampak lingkungan

Industri FMCG sering menghadapi masalah terkait dampak lingkungan yang dihasilkan dari pengelolaan supply chain. Contohnya, limbah dari kemasan produk dan jejak karbon dari kendaraan logistik untuk pengiriman barang ke berbagai wilayah. Apalagi, kini semakin ada banyak konsumen yang memiliki kesadaran tinggi terhadap krisis iklim, sehingga permintaan terhadap produk ramah lingkungan pun meningkat.

4. Konsistensi kualitas dan pengiriman produk

Konsumen mengharapkan produk FMCG yang mereka beli memiliki kualitas yang konsisten setiap saat dan tiba tepat waktu. Jika Anda gagal memenuhi ekspektasi ini, reputasi brand bisa terancam. Di sisi lain, tantangan ini semakin kompleks saat ada gangguan rantai pasokan global seperti akibat perang atau kebijakan ekonomi yang merugikan.

Cara Mengatasi Tantangan Rantai Pasokan Bisnis FMCG

Untuk mengatasi berbagai tantangan yang telah disebutkan, Anda bisa menerapkan keempat tips berikut saat membuat strategi supply chain management:

1. Analisis tingkat demand pasar

Untuk memprediksi kebutuhan stok dengan lebih akurat agar bisa menghindari overstock atau understock, sebaiknya Anda melakukan analisis pasar secara berkala. Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan produksi dan distribusi yang sesuai dengan permintaan aktual untuk mengurangi risiko kerugian. Apalagi, jika produk Anda memiliki usia pakai dan penyimpanan yang pendek.

2. Terapkan teknologi dalam sistem operasional

Ingin pengelolaan supply chain lebih mudah? Anda bisa mempertimbangkan teknologi ERP (Enterprise Resource Planning) yang menggunakan fitur AI dan machine learning untuk memantau rantai pasokan secara real-time

Teknologi ini membantu Anda membuat forecast permintaan yang lebih akurat berdasarkan data, mengelola banyak inventaris secara serentak, dan mengoptimalkan rute pengiriman. Pada akhirnya, dengan sistem yang lebih canggih, Anda bisa mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi.

3. Jalin hubungan baik dengan supplier

Hubungan yang kuat dengan supplier sangatlah penting untuk kesuksesan supply chain management. Sebab, supplier bisa memastikan pasokan bahan baku untuk kebutuhan produksi Anda selalu terjaga, bahkan ketika ada gangguan di pasar. 

Untuk menjalin hubungan profesional yang baik, buatlah perjanjian yang menguntungkan kedua belah pihak, termasuk kontrak jangka panjang dengan harga yang lebih stabil. Ini bisa membantu mengurangi risiko fluktuasi biaya dan menjaga kelangsungan produksi. 

Selain itu, jangan lupa jaga komunikasi yang kuat dengan menawarkan bantuan jika diperlukan dan apresiasi apabila supplier berhasil memenuhi target tepat waktu.

4. Evaluasi kinerja secara rutin

Terakhir dan yang tidak kalah penting, lakukan evaluasi kinerja supply chain secara rutin untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. Simpelnya, Anda bisa menggunakan Key Performance Indicators (KPI) untuk memantau efisiensi, kualitas, dan biaya operasional. Dengan demikian, Anda bisa segera mengambil tindakan korektif dengan lebih cepat untuk segera menyelesaikan masalah sebelum berdampak pada keseluruhan rantai pasokan.

Menerapkan keempat strategi manajemen supply chain di atas–terutama jika harus menggunakan teknologi ERP berskala lebih besar–akan membutuhkan cukup banyak dana. Namun, bagaimana jika modal yang Anda miliki kurang memadai? Jangan khawatir, karena Untung Ada Modalku! 

Modalku menawarkan produk Pendanaan UMKM hingga Rp300 juta dengan suku bunga bersahabat untuk bisnis UMKM perorangan yang memiliki tempat usaha fisik di sekitar Jabodetabek dan Surabaya. Jadi, apa pun kebutuhan bisnis FMCG Anda, Anda bisa memenuhinya. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut dan mengajukan pendanaan!

Ajukan Pendanaan UKM

Subscribe

* indicates required

Tinggalkan Balasan