Modalku di “Perkembangan Hukum dan Praktik Teknologi Finansial Peer to Peer Lending di Indonesia”

Jakarta, 11 April 2019 – Saat ini, teknologi finansial (FinTech) di Indonesia banyak disorot. Coba ingat-ingat berita terakhir tentang perusahaan FinTech lokal yang muncul dan telah Anda baca atau tonton. Pasti belum lama ini. Topik FinTech sedang populer, baik di media ataupun di mata publik.

Sebagai fasilitasi diskusi atas perkembangan Fintech P2P lending, Hukumonline.com menyelenggarakan acara “Perkembangan Hukum dan Praktik Teknologi Finansial Peer to Peer Lending di Indonesia” di Sari Pacific Hotel, DKI Jakarta. 

Alexander Christian, Regional Director of Digital Marketing Modalku, menjadi panelis di sesi diskusi acara ini, yang berjudul “Peer to Peer Lending: Perkembangan Praktik Saat Ini dan Permasalahan Hukum”. Alexander mengatakan bahwa berkembangnya industri FinTech lokal, khususnya layanan pinjaman online dan FinTech peer-to-peer (P2P) lending yang makin ramai digunakan, harus dibarengi aturan main atau regulasi agar tidak ada pihak yang dirugikan.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply