Modalku Bersama HIPMI Jaya Bagikan Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis

Jakarta, 2 Oktober 2019 – Modalku berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta – Raya (HIPMI Jaya) mengadakan acara edukasi berjudul “Jaya Business Talk: Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis” di Hotel Le Meridien, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, Afifuddin Kalla, serta Ketua Umum HIPMI BPC Jakarta Barat, Basuki Surodjo. Kegiatan ini diikuti oleh para pengusaha muda yang merupakan anggota HIPMI Jaya dari berbagai bidang industri. 

Laporan arus kas menjadi indikator penting dalam menentukan kesehatan suatu bisnis. Menurut makalah dari Bank of America, suatu bisnis yang melakukan perencanaan arus kas bulanan memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 80% dibandingkan dengan 36% bagi usaha yang merencanakan secara tahunan. Arus kas yang lancar sangat memengaruhi kelayakan kredit suatu bisnis. Dengan laporan keuangan yang sehat, pengusaha akan lebih mudah mengajukan pinjaman modal usaha.  

Dalam acara ini, Reynold Wijaya mengatakan bahwa menjaga kelancaran arus kas memang bukan pekerjaan mudah, terlebih lagi ketika bisnis dihadapkan pada keterlambatan pembayaran oleh konsumen. Salah satu cara untuk memastikan arus kas tetap sehat adalah dengan memiliki modal usaha. Melalui kegiatan ini, Modalku berharap dapat menjadi solusi modal usaha bagi anggota HIPMI Jaya. Afifuddin mengamini pernyataan Reynold. Menurutnya, memang banyak UMKM yang mengalami masalah keterlambatan terms of payment, sehingga mengganggu arus kas bisnis. Masalah ini bisa diselesaikan dengan salah satu produk Modalku yaitu Invoice Financing.

Afifuddin juga membagikan pandangannya tentang kondisi bisnis saat ini. Ia mengingatkan kepada para pengusaha tentang dampak resesi akibat perang dagang Amerika dan China. “Sebagai pengusaha kita harus siap dengan kondisi ini karena “tanda-tanda alam” sudah terlihat. Oleh karena itu, kita perlu sesuaikan loan-loan dengan kebutuhan. Kalo butuh dana cepat ya pake pinjaman jangka pendek,” imbuhnya.

Para peserta yang memenuhi balai Sasono Mulyo Hotel Le Meridien terlihat antusias mendengar pemaparan dari para pembicara. Resesi memang menjadi concern banyak kalangan, termasuk pengusaha. Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta bertanya tentang kemungkinan gagal bayar dan apa yang akan dilakukan Modalku. Di tengah ketidakpastian ekonomi, tentu penurunan omzet bisnis dan gagal bayar bisa saja terjadi. Sigit Aryo Tejo, Head of Micro Business & Operational Modalku, yang juga hadir sebagai pembicara, menjawab bahwa Modalku memiliki proses penagihan internal yang kuat. Tetapi tentunya Modalku ingin menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk UMKM. 

Tidak berhenti di situ, pertanyaan juga datang dari peserta lainnya yang berminat menjadi pemberi pinjaman. Seorang peserta meminta tips agar terhindar dari risiko gagal bayar saat melakukan pendanaan. AVP of SME Business Modalku, Sandy Christian, menjelaskan bahwa di Modalku pemberi pinjaman bisa melakukan diversifikasi pinjaman. Dengan demikian, jika ada satu pinjaman gagal bayar, pemberi pinjaman masih bisa mendapatkan return dari pinjaman lain. 

 Lebih lanjut tentang berita ini di:


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply