Fintech Talk: Fintech Sebagai Kunci Akses Finansial

Jakarta, 23 Oktober 2019 – Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) mengadakan acara Fintech Talk yang bertema “The Role of Fintech Agent as Financial Access Point to Empower Society” di FintechSPACE by Union Space Satrio Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Acara Fintech Talk ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari para pelaku FinTech, akademisi, serta para FinTech entusiast. Secara umum, Fintech Talk bertujuan untuk memberdayakan startup-startup FinTech dan stakeholder terkait.

Ingin tahu tentang sejarah perkembangan FinTech? Klik di sini!

Talkshow kali ini membedah peran FinTech sebagai “kunci” akses finansial bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum tersentuh layanan keuangan. Riset Bank Dunia pada tahun 2014 menyatakan bahwa tingkat inklusi keuangan Indonesia hanya mencapai 36%. Untungnya, saat ini inklusi keuangan sudah meningkat menjadi 63%. Fakta ini menjadi bukti bahwa makin banyak orang yang mendapat akses layanan keuangan.

Salah satu faktor yang mendorong inklusi keuangan adalah kehadiran teknologi finansial atau FinTech. Hal ini diamini oleh Bank Indonesia yang optimis target inklusi keuangan akan mencapai 75% di tahun 2019 ini. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Pungky Wibowo mengatakan bahwa inklusi keuangan rerata naik 10% setiap tahun. Dengan adanya FinTech, ia memperkirakan kenaikannya bisa mencapai 15% per tahun.

FinTech memang punya peran penting sebagai agent dalam membuka akses finansial pada masyarakat. Pada sesi tanya jawab, ada audience yang bertanya tentang karakter agent-agent FinTech yang diharapkan. Alexander Christian, Regional Digital Marketing Modalku menjawab,”Perusahaan startup FinTech membuat sesuatu yang rumit jadi sederhana dan mudah dicerna” (dari proses financing yang kompleks jadi lebih simpel).“Karakteristik inilah yang dibutuhkan agen FinTech untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan”, imbuhnya.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply