5 Cara Menghadapi Persaingan Usaha Kuliner

5 cara menghadapai persaingan bisnis kuliner

Usaha kuliner termasuk salah satu jenis usaha yang paling banyak digeluti orang. Di satu sisi, peluang mendapatkan keuntungan memang cukup tinggi mengingat semua orang pasti butuh makan. Namun, di sisi lain, dengan banyaknya pengusaha kuliner yang muncul, artinya semakin tinggi pula persaingan usaha yang harus dihadapi.

Oleh sebab itu, sebagai pengusaha kuliner, Anda juga harus berinovasi supaya usaha Anda tak kalah saing dari usaha kuliner lainnya. Jika saat ini Anda tengah mengembangkan usaha kuliner, simak dulu lima cara menghadapi persaingan berikut ini agar bisa terus unggul!

Fokus pada tiga komponen utama: kemasan, pengalaman dan komposisi

Apa pun usaha kuliner yang dijalani, entah itu makanan kekinian atau makanan tradisional, Anda harus tetap fokus pada tiga komponen utama, yakni kemasan, pengalaman, dan komposisi. Dimulai dari kemasan, kemasan makanan haruslah menarik perhatian dan berkesan. Usahakan kemasan bisa mudah dipegang sehingga konsumen dapat menikmati makanan Anda di mana saja.

Selain memberikan rasa nikmat, Anda juga harus membuat konsumen mendapatkan pengalaman baru baru saat menikmati produk kuliner Anda. Terakhir, ada komposisi antara Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Selling Price (SP). Penting bagi Anda untuk mencocokkan harga supaya tidak terlalu mahal, namun Anda tetap bisa mendapatkan keuntungan.

Ciptakan branding dan visual yang menarik perhatian

Kini modal utama usaha kuliner tak bisa hanya dari rasa. Untuk dapat bersaing di dunia kuliner, strateginya adalah branding dan menampilkan visual yang menarik perhatian. Visual yang diberikan bisa dari foto produk yang terlihat menggiurkan. Sedangkan branding-nya bisa Anda lakukan melalui kemasan hingga pemilihan warna dari produk Anda. Misalnya, warna merah atau kuning lebih sering digunakan untuk usaha kuliner dengan target konsumen dari kategori kelas C dan D.

Lihat juga: “Cara Mudah Menentukan Merek Dagang untuk Bisnis Anda”

Tentukan harga jual yang tepat

Jika branding-nya sudah bagus, rasa makanannya enak, tapi harga jualnya tak tepat, tentu usaha kuliner Anda tak akan berumur panjang. Bila menjual menu dengan harga yang terlalu rendah, margin profitnya pasti akan sangat tipis dan sangat tidak disarankan. Jangan juga menjual terlalu tinggi tanpa perhitungan karena bisa membuat konsumen ogah membeli.

Untuk menentukan harga jual yang tepat, harga pokok penjualan rata-rata maksimalnya adalah 55% dari total harga. Misalnya, jika Anda ingin menjual cake dengan harga pokok penjualan Rp50.000, sudah termasuk bahan, kemasan, dan peralatan yang dipakai) maka harga jualnya setidaknya RP 77.500.

Lakukan promosi secara agresif

Usaha kuliner juga butuh promosi yang agresif. Promosi bertujuan untuk memperluas pasar usaha Anda. Orang-orang yang belum mengetahui usaha kuliner Anda tentunya akan penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut sampai mencicipi makanan Anda. Promosi agresif tak harus membutuhkan biaya yang terlalu besar, kok. Anda bisa memanfaatkan media sosial dengan mengunggah konten-konten yang berkaitan dengan usaha kuliner Anda. Lakukan promosi ini dengan konsisten supaya bisa membangun engagement dengan calon konsumen.

Lihat juga: Cara Promosi Offline Paling Menarik”

Kolaborasi untuk mengembangkan usaha kuliner

Meski usaha kuliner Anda laris manis, bukan berarti Anda harus cepat puas. Teruslah mengembangkan usaha Anda dengan konsisten dan persisten. Anda perlu terus menggali ide supaya usaha tetap tampil segar. Salah satunya berkolaborasi dengan pihak lain supaya usaha Anda stabil. Contohnya bekerja sama dengan influencer yang memiliki followers banyak untuk mempromosikan menu usaha kuliner Anda.

Anda juga bisa berkolaborasi dengan pengusaha kuliner lain dalam membuat menu baru atau saling mempromosikan usaha kuliner masing-masing. Tak hanya untuk mengembangkan bisnis, berkolaborasi dengan pengusaha kuliner lain juga bisa menambah ide-ide untuk berinovasi. Intinya, Anda harus membuat usaha kuliner Anda tetap tampil segar dan sesuai dengan pangsa pasar yang Anda tuju.

Untuk bisa menghadapi persaingan usaha kuliner, Anda juga harus memperluas usaha Anda agar bisa tetap bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Jangan khawatir, Modalku dapat menjadi solusi bagi Anda untuk memperluas usaha kuliner. Apalagi sekarang Modalku memiliki tiga jenis pinjaman, yakni Modalku Virtual Credit, Modal Kawan Mikro, dan Invoice Financing yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Kembangkan usaha kuliner Anda bersama Modalku, klik link di sini untuk informasi selengkapnya!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply