Dewasa ini, banyak yang ingin bekerja untuk startup ataupun mendirikan perusahaan startup mereka sendiri, baik di bidang F&B, teknologi, pendidikan, internet, hingga teknologi finansial (dikenal sebagai FinTech). Tapi apakah Anda memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan untuk sukses di startup? Di sini, saya akan membagi sedikit tentang bekerja di startup dan 6 sifat yang dibutuhkan agar Anda bisa menaklukannya.

Grit

Setelah setahun setengah bekerja di startup FinTech (kesannya belum lama, tapi percaya deh, banyak yang bisa saya ceritakan), saya perhatikan bahwa grit adalah sifat mendasar yang perlu kita miliki. Apa itu grit? Menurut kamus Bahasa Inggris Merriam-Webster, grit (bila bicara dalam konteks perilaku) adalah keteguhan pikiran atau jiwa. Kata grit juga dipopulerkan Angela Duckworth dalam buku bestseller-nya. Berdasarkan studinya, ia mendefinisikan grit sebagai ketekunan dan passion dalam mencapai tujuan jangka panjang.

Singkatnya, grit merupakan sikap kita terhadap tujuan yang kita harapkan, sejauh mana kita mempercayai tujuan tersebut dan bersedia kerja keras sampai mendapatkannya. Dalam Bahasa Indonesia, mungkin grit bisa diartikan sebagai “kegigihan”.

Tujuan

Untuk mencapai aspirasi, kita harus memiliki tujuan. Tujuan bisa bersifat konkret, bisa juga tidak terukur. Tetapi agar lebih terencana, ada baiknya kita membuat tujuan yang terukur. Tujuan yang konkret harus memiliki milestone kesuksesan yang jelas, agar bisa menggambarkan semua kerja keras dan inisiatif kita. Jadi bagaimana cara menetapkan tujuan?

Salah satu cara yang populer adalah menggunakan sistem OKR atau Objective Key Results. Objective adalah mimpi atau aspirasi Anda, jadi bisa berbentuk kualitatif. Sebaliknya key results harus terukur. Dengan mencapai key results Anda satu per satu, Anda bisa menilai apakah Anda sedang mencapai tujuan Anda serta seberapa cepat Anda mencapainya.

Fleksibilitas

Fleksibilitas memiliki banyak arti di dunia startup. Saat bekerja di startup, kita harus membiasakan diri dan beradaptasi dengan perubahan yang selalu terjadi. Bersikap fleksibel terhadap strategi dan inisiatif sebetulnya sangat mungkin. Korporasi besar pun sekarang mengakui bahwa fleksibilitas sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan. Mereka yang bertahan adalah mereka yang adaptif terhadap perubahan. Oleh karena itu, fleksibilitas dapat membantu kita menggungguli pesaing-pesaing.

Terus Melampaui Batasmu

Startup membutuhkan tim yang bersedia terus maju, work smart, dan tahan banting. Melampaui batas berarti bersedia mencapai titik maksimal, bahkan meningkatkan kemampuan diri demi tujuan apabila diperlukan. Setiap gerakan strategis, semua inisiatif, setiap budget harus dioptimalkan untuk mencapai hasil terbaik.

Melampaui batas tak hanya dengan bekerja keras. Salah satu cara lain melampaui batas adalah dengan memiliki budaya dan nilai kerja yang mudah dipahami serta mudah diterapkan. Tim yang memiliki budaya kerja yang sama cenderung bisa berbaur, bekerja, dan berusaha lebih maksimal.

Keberanian

Penting untuk memiliki keberanian. Keberanian memulai, keberanian berjuang, keberanian untuk bangkit setelah mengalami kegagalan, juga keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Tetapi keberanian tidak berarti mengabaikan manajemen risiko. Risiko datang dalam berbagai bentuk, tergantung jenis bisnis Anda. Untuk menghadapi risiko, kita harus menyiapkan diri dan memitigasi risiko dari awal. Semua orang memiliki risk appetite (toleransi terhadap risiko) masing-masing. Kewajiban kita adalah mengidentifikasi risk appetite tersendiri dan berani membuat keputusan dengan menyadari risiko yang ada. Pendeknya, kita harus bisa menyeimbangkan keberanian dengan manajemen risiko.

Terus Belajar

Setiap hari kita memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru, baik secara personal maupun profesional. Kita perlu memiliki kehausan akan pengetahuan untuk sukses. Memang tidak semua orang lahir sebagai pelajar yang antusias, tetapi kita bisa membiasakan diri untuk suka belajar.

Menurut para psikolog, fake it until you make it (lakukan sampai terbiasa). Kedengarannya aneh, tetapi efektif. Pikiran bawah sadar Anda bisa dilatih untuk suka belajar. Pikirkan materi belajar sebagai hal yang menarik. Informasi yang dipelajari bisa berguna, bisa juga tidak di masa depan. Tetapi nantinya otak akan menggabungkan berbagai detail yang tadinya terpisah. Belajar hal baru dari rekan kerja dapat mendekatkan hubungan dan membangun kemampuan berkomunikasi. Mempelajari suatu metode, strategi, atau cara mengatasi masalah akan melatih logika dan kemampuan berpikir kritis, hal-hal yang sangat berguna dalam kehidupan profesional Anda.

Berkecimpung di dunia startup sangat menarik dan penuh tantangan. Keenam “sifat startup” di atas harus Anda miliki agar bisa bertahan dan sukses bersama startup tersebut. Tanpanya, Anda bisa ketinggalan.


Artikel ini adalah tulisan salah satu anggota tim internal Modalku, yaitu Christy Souisa selaku SME Area Manager Modalku. Christy adalah pemenang juara ketiga writeaton Modalku.

Tim Modalku akan sharing 2 lagi artikel pemenang writeaton kami. Artikel selanjutnya akan kami upload minggu depan. Ingin kenal lebih lanjut beberapa aktivitas internal Modalku? Berikut selengkapnya tentang writeaton!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.