Ada yang lebih menantang daripada mendirikan bisnis, yaitu mengelolanya sebaik mungkin agar bisnis bisa bertahan lama. Jika Anda sudah berusaha sebaik mungkin tetapi bisnis tetap gagal, tak ada yang perlu disesali. Kegagalan merupakan hal yang wajar dalam bisnis.

Meski begitu, Anda tetap harus belajar dari kegagalan tersebut agar tak mengulanginya jika suatu hari memutuskan untuk mendirikan bisnis kembali. Sebetulnya apa saja faktor yang menyebabkan suatu bisnis baru cenderung gagal bertahan?

Perencanaan Kurang Matang

Planning is everything. Perencanaan bisnis atau business plan bisa dikatakan sebagai pedoman Anda dalam mengelola bisnis. Pasalnya, di dalam business plan inilah segala sesuatu tentang bisnis Anda terangkum, mulai dari proyeksi nilai finansial yang hendak dicapai, target-target selama beberapa tahun ke depan, siapa target pasar Anda, produk atau layanan yang dibuat, hingga strategi seperti apa yang akan Anda gunakan untuk merangkul target pasar tersebut.

Dengan kata lain, business plan lah yang “mengatur” Anda untuk menentukan hal-hal apa saja yang harus dan tidak perlu dilakukan. Berkat adanya business plan, Anda tahu harus melakukan apa setelah selesai dengan satu pekerjaan tertentu. Itulah mengapa membuat perencanaan yang matang sangatlah penting. Tanpanya, bisnis Anda punya risiko gagal yang lebih besar.

Ingin mengenal lebih lanjut soal business plan dan target usaha? Bacalah “Menyusun Perencanaan Bisnis” dan “Mewujudkan Target Bisnis Agar Bukan Hanya Wacana”

Pembukuan yang Tidak Teratur

Keuangan bisa menjadi salah satu tolak ukur kondisi bisnis Anda, dan hal tersebut hanya bisa diketahui jika memiliki pembukuan yang teratur. Pasalnya, dengan rutin melakukan pembukuan, Anda bisa secara jelas mengetahui seluruh aspek keuangan bisnis, mulai dari jumlah pemasukan dan sumbernya, pos pengeluaran, biaya operasional, hingga cash flow. Bahkan riset dari Top Coach Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 80-90% bisnis di Indonesia gagal karena pengelolaan cash flow yang kurang maksimal.

Oleh sebab itu, aturlah keuangan serapi mungkin. Catat setiap pemasukan dan pengeluaran. Jika perlu, rekrutlah orang lain dengan kemampuan akuntansi yang mumpuni. Agar lebih mudah, Anda juga bisa menggunakan software akuntansi yang dapat memudahkan proses pembukuan bisnis sehingga lebih efisien.

Melakukan Semuanya Sendirian

Saat bisnis baru saja berdiri, wajar apabila hampir segala sesuatunya Anda lakukan sendiri karena anggaran yang masih terbatas. Namun, jika bisnis mulai berkembang dan permintaan dari konsumen mulai banyak, merekrut pegawai merupakan keputusan yang bijak. Terlebih jika kemampuan Anda cenderung terbatas pada bidang-bidang tertentu, misalnya akuntansi atau marketing.

Nah, masalahnya, ketika sudah merekrut orang, biasanya banyak para pebisnis yang enggan mendelegasikan pekerjaan kepada mereka. Mereka khawatir para pegawai tidak menyelesaikan tugas sesuai brief. Lagi-lagi mereka melakukan semuanya sendirian dan akhirnya berujung kewalahan. Padahal, bisnis yang sukses merupakan hasil kerja sama tim yang solid.

Lebih lanjut: “5 Cara Delegasi Tugas yang Lebih Efektif”

Tidak Memiliki Online Presence

Di era digital seperti sekarang, online presence menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Kini, hampir semua orang telah terhubung dengan internet. Sebelum memutuskan untuk membeli produk atau menggunakan layanan tertentu, kebanyakan orang akan mencari informasi terlebih dulu di internet, baik melalui mesin pencari online atau media sosial.

Sayangnya, masih banyak bisnis yang sepertinya mengabaikan hal ini, terutama bisnis konvensional yang tidak mau menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Padahal, hal sesimpel membuat akun media sosial di Facebook, Twitter, atau Instagram atau membuat website sudah mampu memberikan online presence pada bisnis Anda. Dengan begitu, bisnis Anda punya peluang lebih tinggi untuk ditemukan oleh target audiens.

Lebih lanjut: “5 Platform Sosmed Terbaik bagi Usaha Anda”


Kegagalan memang merupakan hal yang wajar dalam bisnis. Meski begitu, bagi yang hendak memulai atau sedang mengelola bisnis baru, penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai faktor penyebab kegagalan bisnis di atas sehingga Anda bisa menghindarinya. Good luck!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.