Mendirikan usaha dari nol memang membutuhkan kerja keras, disiplin, serta semangat yang harus terus dipupuk agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan bisnis. Bahkan tak jarang para pengusaha muda justru menapaki kesuksesan dalam berwirausaha dengan utang. Mereka mengambil utang karena modal usaha yang dimiliki belum cukup.

Namun, kesuksesan pengusaha-pengusaha berikut ini justru menjadi bukti bahwa utang tidak selamanya buruk. Penasaran? Yuk, buktikan sendiri!

Hamzah Izzulhaq – Bimbingan Belajar Bintang Solusi Mandiri

Tak ada batasan usia bagi Anda yang ingin memulai usaha. Terbukti Hamzah Izzulhaq sukses mendirikan usaha waralaba bimbingan belajar di usia 19 tahun. Dengan bermodal uang pinjaman sebesar Rp 75 juta dari ayahnya, ia membeli salah satu cabang Bimbingan Belajar Bintang Solusi Mandiri yang kebetulan ditawarkan untuk diambil alih seharga Rp175 juta. Sisa pembelian sebesar Rp 100 juta dibayar Hamzah dengan dicicil dari keuntungan setiap semester.

Tentu saja, berkat kerja keras usaha Hamzah, bimbingan belajar itu pun semakin berkembang. Hingga saat ini tercatat Hamzah memiliki 3 lisensi waralaba bimbel dengan jumlah siswa lebih dari 200 orang setiap semester. Menarik untuk dicoba, bukan?

Gibran Rakabuming – Chilli Pari

Terlepas dari sosok ayahnya yang merupakan seorang Presiden Republik Indonesia, yaitu Joko Widodo, nama Gibran Rakabuming justru lebih dikenal sebagai pemilik sebuah bisnis di bidang katering dan wedding organizer dengan nama Chilli Pari. Menariknya, bisnis yang berbasis di Solo tersebut tidak mendapat modal dari ayahnya, melainkan dari pinjaman modal usaha sebuah bank dengan jumlah yang jauh dari harapan.

Meski dulu sempat kesusahan mendapatkan klien, kini Chilli Pari telah sukses melengkapi bisnisnya dengan layanan pernikahan lain, seperti dokumentasi, rias pengantin, dan percetakan undangan. Tak hanya di Solo, kini bisnis Chilli Pari juga mulai melebar hingga ke Jawa Timur. Berkat kesuksesannya, dalam tiga tahun Chilli Pari sudah bisa balik modal dan melunasi utang dalam waktu empat tahun.

Didi Kurniadi – Radja Souvenir

Didi Kurniadi merupakan seorang entrepreneur muda asal kota Lampung di balik ketenaran bisnis souvenir pernikahan bernama Radja Souvenir. Usaha tersebur dirintis Didi dari bawah dengan modal berupa pinjaman usaha sebesar Rp 20 juta. Dari utang tersebut, Didi mendapatkan 30-50 konsumen per bulan dengan nilai omzet mencapai Rp 500 juta per bulan. Pria berusia 38 tahun ini juga sukses membuka lapangan kerja bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya.

Saat ini Radja Souvenir telah mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan untuk operasional usaha. Konsumennya bahkan telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah Sumatra dan Jawa. Jika keuangan dalam bisnisnya terus stabil, Didi juga berencana untuk membuka cabang di luar Lampung agar lebih dekat dengan konsumen setianya.

Reza Nurhilman – Keripik Pedas Maicih

Nama Reza Nurhilman mungkin tidak sepopuler Keripik Pedas Maicih, namun faktanya dialah pria di balik kesuksesan bisnis keripik yang sempat menjadi trending topic di berbagai media Indonesia. Bisnis yang dirintis sejak tahun 2010 ini dimulai Reza dengan modal utang sebesar Rp 15 juta. Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Reza ketika itu melalui media sosial Twitter dan Facebook.

Bagaimana ya, cara memasarkan usaha dengan sosial media? Bacalah “5 Platform Sosmed Terbaik bagi UKM Anda”

Dalam beberapa bulan, alumni SMAN 20 Bandung ini mampu meningkatkan produksi keripik Maicih hingga 2.000 bungkus setiap harinya. Omzet bisnisnya terus meningkat dengan pendapatan mencapai Rp 7 miliar per bulan hanya dalam waktu setengah tahun. Angka keuntungan yang sangat fantastis!


Itulah tadi beberapa kisah sukses pengusaha muda di Indonesia yang memulai usaha dari utang. Tentu saja, utang yang dipakai secara produktif jauh lebih bernilai positif untuk kondisi keuangan Anda secara pribadi. Tertarik mengajukan pinjaman modal usaha? Segera daftarkan diri Anda untuk pinjaman modal usaha di website Modalku. Layanan peer-to-peer lending berbasis online ini dapat membantu mendanai usaha Anda hingga Rp 2 miliar dengan proses crowdfunding.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kegunaan pinjaman usaha serta tentang utang produktif, bacalah “Siapa Bilang Mengajukan Utang itu Tabu?”

Pikirkan juga sebelum berbisnis: “Apakah Ide Usaha Saya Sudah Bagus?”

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.