Pada awal April 2018 lalu, Presiden Joko Widodo meresmikan roadmap industri 4.0, yakni peta jalan yang akan menjadi patokan pemerintah Indonesia dalam menghadapi ekonomi digital. Dilansir dari situs kemenperin.go.id, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa revolusi industri 4.0 merupakan sebuah transformasi yang mengintegrasikan dunia online dan produksi di industri. Alhasil, internet pun menjadi faktor utama yang berperan penting dalam proses produksi industri.

Airlangga juga menyebutkan bahwa industri 4.0 akan menumbuhkan wirausaha digital, sehingga generasi muda dituntut untuk melek dengan perkembangan teknologi terkini. Hal ini pun sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam memperbanyak jumlah wirausaha. Per tahun 2017 lalu, jumlah pengusaha di Indonesia mencapai 3,1% dari populasi negara. Meski cukup menggembirakan, sebetulnya kita masih tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia (5%) dan Thailand (4,5%).

Itulah mengapa wirausaha digital sangat diharapkan mampu mendukung revolusi industri 4.0 di Indonesia. Mengingat karakteristik penduduk Indonesia yang sudah cukup melek internet, menjadi wirausahawan digital bukanlah sesuatu yang mustahil dilakukan. Tentunya hal ini harus dibarengi dengan serangkaian upaya agar bisa memberikan hasil optimal.

Menjadi Negara Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara

Meningkatkan jumlah wirausaha digital sebetulnya merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Pemerintah Indonesia cukup optimis dengan hal tersebut mengingat jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 143 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar didominasi oleh generasi milenial.

Apalagi ternyata hingga tahun 2045 nanti penduduk Indonesia masih akan didominasi oleh usia muda. Jadi, hingga beberapa tahun ke depan, Indonesia memasuki masa keemasan untuk memaksimalkan pertumbuhan wirausaha digital. Target untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pun dapat tercapai.

Tak Harus Ngantor, Cocok untuk Generasi Masa Kini

Selain meningkatkan perekonomian digital, konsep wirausaha digital juga sangat cocok dengan karakteristik generasi masa kini. Mereka memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat generasi masa kini tidak bisa berdiam di satu tempat kerja. Berbagai coworking space bermunculan untuk memfasilitasi startup dan para wirausaha digital yang membutuhkan tempat kerja. Bahkan tidak sedikit pula yang memilih untuk bekerja dari rumah atau sambil nongkrong di kafe.

Karena berbasis internet, menjadi wirausahawan digital pun memungkinkan Anda — terutama generasi milenial— untuk bekerja dari mana pun. Artinya, tak ada lagi alasan untuk tak mulai bekerja selama Anda memiliki koneksi internet yang memadai. Apalagi kini peluang wirausaha digital di Indonesia cukup terbuka lebar mengingat kalangan muda yang sudah sangat melek internet.

Perhatikan Hal-Hal Penting Ini, Agar Sukses Menjalankan Usaha Digital !

Meski pada dasarnya wirausaha digital memang sesuai dengan karakteristik generasi zaman sekarang, tetap ada beberapa hal yang penting diperhatikan agar Anda bisa optimal menjalankan wirausaha digital:

  1. Menentukan produk yang tepat untuk dijual

Salah satu indikator kesuksesan wirausaha digital adalah banyaknya produk yang berhasil Anda jual. Hal tersebut sangat ditentukan oleh ketepatan produk dengan kebutuhan target konsumen, atau disebut product market fit. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan produk:

  • Menciptakan produk yang dapat menjadi solusi dari suatu permasalahan
  • Menjual produk di bidang yang menjadi kesukaan Anda
  • Melihat tren produk terkini
  1. Aktif mengumpulkan dana seawal mungkin

Sama seperti bisnis pada umumnya, menjadi wirausaha digital juga membutuhkan modal. Semakin cepat Anda mengumpulkannya, maka akan semakin baik karena Anda bisa segera memulai bisnis Anda. Masalahnya, tidak semua orang memiliki tabungan yang cukup sebagai modal bisnis mereka. Mengajukan pinjaman ke bank bisa membutuhkan waktu lama karena persyaratan dan prosedurnya yang cukup rumit.

Nah, sebagai alternatif, Anda bisa memanfaatkan peer-to-peer (P2P) lending yang dapat membantu Anda bertemu dengan para pemberi pinjaman melalui platform online. P2P lending seperti Modalku dapat menawarkan prosedur yang relatif lebih mudah sehingga Anda bisa mendapatkan dana pinjaman bisnis secepat mungkin.

  1. Fokus pada konsistensi brand presence

Anda tentu ingin bisnis wirausaha digital Anda bisa berlangsung lama, bukan? Salah satu kunci penting untuk mewujudkannya adalah brand presence yang konsisten. Sejak awal tentukan image seperti apa yang ingin Anda tunjukkan melalui brand Anda, bagaimana Anda ingin orang-orang menilai brand Anda, hal-hal apa yang Anda ingin orang lain ingat tentang brand Anda, dan sebagainya. Dengan begitu, meskipun Anda melakukan campaign atau digital marketing berbeda, semuanya masih sejalan dengan brand image yang Anda pegang.


Bagi yang ingin memulai bisnis sendiri, menjadi wirausaha digital merupakan opsi menjanjikan untuk dicoba. Tak hanya memiliki peluang yang bagus, dengan menjadi wirausahawan digital Anda juga dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan target revolusi industri 4.0. Good luck!

Ingin membaca soal tips usaha lainnya? Bacalah “Membangun Startup Tidak Mudah, Simak 5 Tips Ampuhnya”, “Menyusun Perencanaan Bisnis”, dan “Apakah Ide Usaha Saya Sudah Bagus?”

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.