Tidak semua pengusaha UKM memiliki background di bidang akuntansi. Pegawai-pegawai Anda pun bisa jadi tak ada yang memiliki kemampuan di bidang tersebut. Lalu, bagaimana caranya merapikan keuangan usaha Anda? Jangan khawatir, ragam cara berikut ini dapat membantu Anda untuk merapikan laporan keuangan meski tak mengerti akuntansi sekali pun.

Pisahkan Berbagai Catatan Arus Keuangan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memisahkan berbagai catatan arus keuangan. Anda bisa melakukannya dengan dua cara, yakni melalui perangkat digital dengan komputer/smartphone dan perangkat fisik seperti dengan menulisnya di buku. Dengan adanya dua backup seperti ini, Anda tak perlu takut bila salah satu data hilang atau tak bisa dibuka nantinya. Setidaknya, Anda harus memiliki tiga buku catatan khusus, yakni catatan khusus transaksi pengeluaran, transaksi pemasukan dan barang masuk-keluar. Dengan terpisahnya ketiga hal ini, Anda akan lebih mudah untuk melakukan tracking arus keuangan Anda.

Di buku transaksi pengeluaran, Anda harus mencatat semua uang (modal) yang dikeluarkan. Baik untuk usaha secara langsung seperti pengeluaran pembelian bahan ataupun secara tak langsung seperti pembelian kipas untuk kenyamanan pegawai. Tetapi Anda perlu memperhatikan bahwa kebutuhan pribadi tak boleh dimasukkan ke catatan ini.

Di buku transaksi pemasukan, Anda mencatat sebaliknya. Tulis semua uang yang masuk pada usaha Anda dengan detail di buku tersebut. Namun, sama seperti buku transaksi pengeluaran, Anda tak boleh menuliskan pemasukan pribadi (seperti ketika Anda mendapatkan uang tambahan dari usaha Anda yang lain) di buku ini.

Sedangkan untuk buku barang masuk-keluar, Anda sebaiknya mencatat semua produk yang dibeli konsumen Anda serta produk yang masuk dari supplier Anda. Hal ini bisa memudahkan Anda untuk melihat seberapa banyak sebenarnya barang yang keluar, apakah sesuai dengan keuntungan yang Anda terima dan sebagainya.

Untuk melakukan evaluasi keuangan dengan cara konvensional seperti ini memang tidak bisa cepat, bahkan mungkin cenderung repot karena Anda harus membandingkan satu dan lainnya dengan cermat. Namun, cara manual ini adalah cara termudah untuk Anda yang sama sekali tidak mengenal akuntansi. Bila sudah paham, Anda pasti akan bisa melakukan evaluasi dengan semakin cepat.

Tak Masalah dengan Software? Gunakan Software Akuntansi

Bila Anda atau salah satu pegawai Anda mahir dalam menggunakan software komputer, maka Anda bisa memilih untuk membuat laporan keuangan dengan software akuntansi. Salah satu software yang kerap digunakan oleh pemula adalah Accurate. Software ini memiliki berbagai macam fitur yang memang didesain untuk para pemula dalam bidang keuangan untuk menggunakannya. Jadi, Anda tak perlu bingung nantinya.

Selain membuat arus kas masuk-keluar dan laporan keuangan lainnya, umumnya software akuntansi untuk pemula juga dilengkapi dengan fitur penyusunan SPT atau Surat Pemberitahuan Tahunan sehingga Anda tak perlu bingung lagi dengan format dari SPT. Software akuntansi untuk pemula juga bisa digunakan untuk evaluasi keuangan, karena software tersebut dapat melakukan pengambilan kesimpulan secara otomatis. Rugi tidaknya UKM Anda bisa dilihat dengan mudah, cepat dan akurat dengan cara ini.


Baik cara konvensional atau digital, semua tergantung kemampuan Anda dalam menggunakan teknologi. Tak perlu memaksa untuk menggunakan software jika Anda memang tak paham dengan komputer. Cara manual memang lebih lama, tetapi sangat mudah dilakukan oleh para pemula sekali pun. Namun, untuk kecepatan, software akuntansi memang lebih unggul meski membutuhkan pengguna yang cukup paham dengan komputer.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.