Terkadang sebagai pebisnis, kita lebih sering fokus dengan perkembangan usaha serta inovasi produk. Memang benar bahwa kita harus fokus pada perkembangan usaha. Namun, jangan sampai Anda terlalu konsentrasi ke masa depan bisnis sehingga kesehatan usaha Anda saat ini tidak diperhatikan. Akhirnya, Anda kaget bila suatu saat nanti, entah dalam waktu dekat atau di masa yang akan datang, usaha Anda tiba-tiba mengalami kerugian besar yang datangnya entah dari mana.

Tetapi jangan langsung panik dan mengecek cash flow. Berikut ini adalah beberapa langkah efektif untuk menilai kesehatan usaha Anda.

Perhatikan stok produk

Untuk menilai apakah saat ini bisnis Anda sehat atau tidak, segera lihat stok produk Anda sekarang. Lihat jumlah stok, apakah terlalu sedikit atau bahkan terlalu banyak. Terlalu sedikit menandakan bahwa kecepatan produksi usaha Anda kurang maksimal. Bila stok produk terlalu banyak, maka bukan proses produksi yang bermasalah, melainkan segi penjualan yang tidak maksimal. Stok yang terlalu banyak juga dapat menandakan bahwa produk Anda ditolak oleh konsumen. Kelebihan stok terlalu lama dapat membuat produk Anda rusak dengan sendirinya tanpa pernah terjual – terutama bila produk Anda berupa benda seperti makanan. Akibatnya, Anda akan mengalami kerugian yang tidak perlu.

Hitung stok minimal yang dapat Anda penuhi

Untuk menghindari overstock yang berbahaya bagi kesehatan bisnis, Anda wajib menghitung stok minimal yang dapat dipenuhi oleh bisnis Anda. Stok minimal adalah angka di mana produk dalam kondisi cukup dan seimbang dengan permintaan. Agar stok dapat seimbang dengan permintaan, Anda harus belajar mengatur laju produksi yang sesuai.

Perhatikan kondisi utang

Mungkin saat ini Anda tidak kekurangan dana untuk mengembangkan bisnis. Namun perhatikan sumber dana yang Anda gunakan, apakah itu dari keuntungan usaha atau justru dari utang yang Anda ajukan sebelumnya. Perhatikan kondisi utang Anda dan apakah utang tersebut sudah terlalu berat bagi keuangan perusahaan. Alangkah baiknya untuk lebih cermat dengan penggunaan pinjaman. Gunakan pinjaman untuk mengembangkan bisnis, bukan untuk hal yang sifatnya konsumtif seperti membeli perabotan kantor yang tidak ada hubungannya dengan produksi.

Pantau terus keuntungan perusahaan

Setiap bulan, pantau keuntungan perusahaan Anda. Mungkin produk Anda selalu terjual habis tiap bulannya. Namun belum tentu hasil penjualan tersebut menjadi keuntungan untuk perusahaan Anda. Bisa saja penghasilan dari penjualan produk tersebut masih belum mencapai keuntungan maksimal. Ada banyak faktor yang perlu Anda cermati: bisa saja bahan baku semakin mahal dan tidak diikuti dengan penyesuaian harga jual, bisa saja ada penyelewengan oleh karyawan. Untuk memantaunya, Anda perlu melakukan perhitungan pemasukan dan pengeluaran tiap bulan tanpa terkecuali.

Perhatikan aktivitas penjualan

Bila produksi sudah lancar, Anda patut melihat aktivitas penjualan produk Anda. Ibarat sebuah pedang, bagian penjualan adalah ujung mata pedang. Sedangkan bagian produksi adalah lengan pengguna pedang itu sendiri. Ketika mata pedang tidak tajam, sekuat apapun produksi menekan, mata pedang tak dapat memotong apapun. Maka dari itu, perhatikan aktivitas penjualan produk Anda. Cek apakah strategi penjualan yang Anda lakukan benar-benar efektif atau tidak. Perbaiki bila ada kesalahan dalam penerapan strategi tersebut.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.