Seperti alternatif investasi pada umumnya, pinjaman kepada UKM dengan jenis usaha apapun memiliki risiko. Demi mengantisipasi hal tersebut, Modalku selalu melakukan kajian kelayakan terhadap UKM serta pemilik usaha agar hanya usaha menjanjikan yang diberikan pinjaman modal usaha. Risiko UKM tidak mampu membayar kembali pinjaman tetap ada, dan bila terjadi pemberi pinjaman harus menanggung risikonya. Kabar baiknya, Anda sendiri dapat meminimalkan risiko kerugian dalam melakukan alternatif investasi di Modalku lewat diversifikasi dan pendanaan ulang.

Meminimalkan Risiko Alternatif Investasi dengan Diversifikasi

“Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang.”

Kalimat di atas merupakan perumpamaan sekaligus panduan dasar bagi para investor. Investor tidak dianjurkan untuk menginvestasikan dana mereka hanya dalam satu instrumen saja. Misalnya, investor jangan hanya investasi di obligasi saja, atau jangan bermain di saham saja. Bayangkan jika semua “telur” yang Anda taruh dalam satu keranjang jatuh di tengah jalan dan pecah, tentu Anda tidak akan punya “telur” yang tersisa dan akibatnya mengalami kerugian.

Konsep ini dikenal dengan diversifikasi. Dalam investasi, sebaiknya Anda menanamkan dana Anda dalam berbagai instrumen. Misalnya memiliki campuran saham, obligasi, emas, tabungan, dan tanah supaya bila salah satu merugikan, Anda masih memiliki berbagai instrumen yang menguntungkan dan hasil investasi Anda tetap terjaga.

Alternatif investasi seperti di Modalku juga menggunakan konsep diversifikasi.

Mari ubah perumpamaan di atas menggunakan UKM. Anda memutuskan untuk memberikan pendanaan sebesar Rp 100 juta dalam pinjaman dengan suku bunga 20% dan jangka waktu setahun. Di akhir periode pinjaman, Anda akan mendapatkan dana Anda kembali dengan pengembalian. Bila ditotal, Anda mendapatkan Rp 120 juta dengan catatan UKM tersebut dapat membayar kembali pinjaman seutuhnya.

Tapi bagaimana jika terjadi default?

Tanpa diversifikasi, pengembalian Anda turun drastis dan Anda bahkan mengalami kerugian. Bayangkan bila UKM yang Anda pinjamkan Rp 100 juta mengalami default di tengah jalan.

Dengan diversifikasi, walaupun terjadi default, total saldo dan pengembalian Anda akan tetap positif, bahkan mendekati tingkat bunga seharusnya.

Sebagai contoh, katakanlah Anda membagi pendanaan Rp 100 juta Anda ke 10 UKM peminjam dengan profil pinjaman yang sama (suku bunga 20%, jangka waktu pinjaman setahun, dst). Jika 1 UKM mengalami default, total penghasilan Anda tetap positif karena masih ada 9 UKM lain yang siap memberikan pengembalian kepada Anda. Bila 9 UKM tersebut sukses membayar kembali pinjamannya, total penghasilan Anda pun akan mendekati hasil seharusnya, yaitu mendekati Rp 120 juta di akhir periode pinjaman.

Semakin Anda melakukan diversifikasi, UKM default semakin tidak mempengaruhi tingkat pengembalian Anda.

Maksimalkan Pengembalian Alternatif Investasi dengan Pendanaan Ulang

Bila diversifikasi merupakan cara meminimalkan risiko alternatif investasi di Modalku, pendanaan ulang memungkinkan Anda untuk memaksimalkan pengembalian yang Anda dapatkan. Katakanlah Anda hendak memberikan pendanaan Rp 100 juta di pinjaman UKM dengan suku bunga 20% dalam jangka waktu setahun. Tanpa pendanaan ulang, ini berarti setiap bulan Anda mengeluarkan dana Rp 8,33 juta dengan pengembalian bunga per bulan sebesar Rp 1,67 juta. Dengan kata lain, jumlah pengembalian yang Anda dapatkan sama setiap bulannya.

Bandingkan dengan pendanaan ulang. Menggunakan konsep ini, total pengembalian Anda dijadikan dana pinjaman untuk UKM lainnya. Kembali kami gunakan contoh pinjaman Rp 100 juta dengan suku bunga 20% dan jangka waktu 1 tahun. Di akhir bulan pertama Anda mendapatkan total pengembalian sebesar Rp 10 juta (dari dana per bulan Rp 8,33 juta ditambah hasil bunga per bulan Rp 1,67 juta). Uang Rp 10 juta ini Anda masukkan ke pinjaman UKM lain yang dapat didanai di platform Modalku.

Apabila Anda rajin terus menggunakan total pengembalian Anda di Modalku untuk mendanai pinjaman UKM lainnya, baik di pinjaman dengan profil yang berbeda atau di pinjaman dengan profil sama, Anda akan mendapatkan tingkat pengembalian yang jauh lebih besar dibandingkan tanpa pendanaan ulang.

Untuk ilustrasi beserta kalkulasi dan contoh case study tentang apa yang akan terjadi apabila Anda menerapkan sistem pendanaan ulang, klik link berikut.


Diversifikasi dan pendanaan ulang merupakan merupakan cara bagi Anda sebagai pemberi pinjaman untuk meminimalkan risiko sekaligus memaksimalkan pengembalian saat melakukan aktivitas alternatif investasi di Modalku. Karena itu, gunakanlah kedua konsep ini untuk keuntungan Anda sebagai pemberi pinjaman Modalku.

Untuk contoh ilustrasi dan kalkulasi diversifikasi dan pendanaan ulang, silahkan klik link berikut.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.