Saat ini, semakin mudah untuk membangun bisnis. Setelah ide sudah terbayang di benak kepala, langkah selanjutnya adalah mendapatkan modal. Bagi pemula bisnis yang sudah memiliki tabungan modal hal ini tidak menjadi masalah. Namun bagi Anda yang belum memiliki modal yang cukup, jangan khawatir karena sekarang banyak sumber pinjaman modal usaha yang mudah, mulai dari bank hingga platform peer-to-peer lending. Sayangnya banyak yang tidak berhati-hati dengan pinjaman tersebut setelah uang di tangan. Padahal pinjaman seharusnya mengembangkan bisnis Anda. Berikut cara mengelola uang pinjaman.

Memisahkan Uang Pribadi dan  Bisnis

Uang yang digunakan untuk keperluan pribadi harus dipisah dari uang bisnis. Ini akan memudahkan Anda mengatur pengeluaran dan pemasukan dengan tepat. Jadi, Anda bisa tahu apakah usaha Anda mengalami untung atau rugi. Jika Anda mencampur uang pribadi dan bisnis, Anda akan kesulitan sendiri menghitung arus kas bisnis Anda. Untung dan rugi perusahaan menjadi sulit dikalkulasikan.

Menggunakannya untuk Hal yang Produktif

Ini tujuan Anda mencari modal usaha, bukan? Oleh sebab itu, ketika modal usaha sudah di tangan, gunakan secara efisien. Belilah alat-alat untuk keperluan produksi. Jangan mudah terpengaruh membeli hal-hal di luar anggaran. Sebelum Anda membelanjakan pinjaman uang tersebut, buat terlebih dahulu anggaran yang pasti agar pengeluaran dapat terkontrol. Untuk pembelian peralatan, coba tanya diri sendiri: “Apakah peralatan ini akan memajukan bisnis saya? Baik dari sisi produksi ataupun operasional.”

Menyediakan Dana Khusus

Selain mengelola pinjaman untuk membangun bisnis, Anda juga harus mengelola rencana membayar kembali pinjaman. Untuk memudahkan Anda membayar angsuran kepada pemberi pinjaman atau kreditur, anggarkan secara khusus uang hasil penjualan bisnis. Tahan diri Anda agar tidak menggunakan uang ini untuk keperluan lainnya, apalagi keperluan pribadi. Dengan memiliki dana anggaran khusus, Anda tidak perlu bingung ketika jatuh tempo waktu pembayaran sehingga bisnis pun bisa tetap berjalan.

Memilih Bisnis yang Berpotensi

Sebelum Anda mencari pinjaman dana, Anda harus memikirkan secara matang model bisnis seperti apa yang akan Anda bangun. Pikirkan secara matang apakah bisnis tersebut berpotensi untuk berkembang atau tidak. Jangan sampai Anda menggunakan modal usaha yang sudah Anda dapatkan dengan susah payah untuk bisnis yang kurang berpotensi. Kesalahan alokasi modal usaha akan membuat bisnis Anda mandeg sekaligus menyebabkan Anda kesusahan untuk mengembalikan pinjaman pada pemberi kredit.

Menginvestasikan Keuntungan

Bila bisnis Anda berkembang pesat dan menghasilkan laba yang berlimpah, ini berarti Anda telah mengelola modal usaha dengan baik. Meskipun sudah balik modal, Anda harus terus cerdas. Jangan terlena dengan keuntungan yang banyak. Sebaiknya Anda menginvestasikan keuntungan untuk peralatan baru, penambahan outlet, atau apapun yang bisa meningkatkan nilai produksi. Atau Anda bisa menyisihkan keuntungan ini sebagai modal usaha untuk membangun bisnis baru lainnya. Mungkin ke depannya Anda bahkan tak perlu mendaftar untuk pinjaman modal usaha lagi apabila keuntungan bisnis mencukupi.

Pinjaman modal usaha yang Anda dapat, baik dari bank, pinjaman online, pinjaman peer-to-peer, maupun pinjaman dana tanpa jaminan harus Anda manfaatkan sebaik mungkin. Karena jika bisnis Anda tidak berkembang, pada akhirnya Anda sendiri yang akan kesusahan saat akan mengembalikan pinjaman uang tersebut. Sebaliknya, pengelolaan modal usaha yang cerdas akan mengembangkan bisnis Anda.